Jumat, 20 Januari 2012

Makalah Fisika Tentang Tata Surya


Bab 1. Berlomba ke Ruang Angkasa
Perang dingin memicu perlombaan misi ke ruang angkasa. Di Asia, China dan India terdepan. Tatkala Neil Armstrong bergerak di antara kaki-kaki modul bulan Eagle, dia melayang di gravitasi nol. Setelah enam jam menunggu, dia turun ke cekungan Mare Tranquillitas. Kakinya lalu menginjak Bulan, yang dulu hanya bisa dipandangi takjub warga Bumi.
“Ini langkah kecil bagi seorang lelaki, tapi langkah raksasa untuk umat manusia,” kata Armstrong, didengarkan oleh 500 juta pemirsa televisi di bumi secara langsung pada 20 Juli 1969.
Menyusul Armstrong, turun Buzz Aldrin. Dia melayang limbung. Mereka berdua menancapkan bendera Amerika Serikat di Bulan. Di dataran tandus tanpa oksigen keduanya menghabiskan waktu dua setengah jam. Dalam rekaman video, terlihat salah satu astronot berlari-lari. Mungkin gembira merasakan sensasi tanpa bobot.
Misi Apollo 11, yang membawa Armstrong dan Aldrin ke Bulan, adalah pencapaian luar biasa bagi upaya manusia di luar angkasa. Inilah yang membuat AS lebih unggul dari Rusia yang kala itu masih berikhtiar mengirim kosmonaut mereka ke Bulan.
Di era perang dingin, kedua negara ini bersaing keras. Mereka ingin terdepan dalam soal teknologi antariksa. Tapi pertarungan keduanya, juga membuka jalan kompetisi antar negara lain di dunia.  Semua berlomba menjangkau jarak terjauh di tata surya.
Dalam soal ini, negara penghasil pesawat ulang-alik, dan satelit, harus berterima kasih kepada Jerman di Perang Dunia II. Tentara Nazi lah pada pertengahan 1930an mengembangkan roket balistik yang mampu terbang hingga ke luar angkasa.
Roket bernama Aggregate-4 (A-4) diuji coba pada 1942 dan 1943 itu, lalu diproduksi massal oleh Nazi dan diberi nama Vergeltungswaffe 2 (senjata pembalasan), atau lebih dikenal sebagai V2. Roket Jerman itu mampu melontarkan rudal balistik V2. Hulu ledaknya berbobot 1.130 kg, kecepatan 4.000 km per jam. Senjata ini digunakan Jerman menghajar Inggris dan Eropa Barat, yang dikuasai sekutu dari 1944 hingga 1945.
Setelah perang berlalu, tiga negara, yaitu AS, Soviet dan Inggris, berlomba merekrut anggota tim riset persenjataan Jerman. Sejak saat itu, roket V2 menjadi dasar rancangan awal roket antariksa AS dan Soviet. V2 juga menjadi pembuka jalan bagi teknologi antariksa lainnya yang lebih canggih.

Perang Dingin
Pada masa Perang Dingin 1947 sampai 1991, kompetisi teknologi antariksa antara AS dan Soviet kala itu kian memanas.
Pada 1957, Soviet unggul dengan satelit sederhana prosteishy sputnik (PS-1). Empat tahun kemudian, Soviet juga melampaui AS, mengirimkan Yuri Gagarin mengorbit bumi. Dialah  manusia pertama ke luar angkasa, menggunakan pesawat ulang-alik Vostok 1. Sejak inilah istilah kosmonaut dikenal. Dalam bahsa Rusia, Kosmonaut berarti “pelaut semesta.”

Tertinggal tiga pekan, awal Mei 1961, AS mengirimkan astronot pertama mereka, Alan Shepard ke luar angkasa. Alan menumpang kapal ulang-alik Freedom 7. Kata astronot diambil dari bahasa Yunani, berarti “pelaut bintang.” Setahun kemudian, barulah AS mengirimkan John Glenn, astronot AS pertama mengorbit bumi.
Persaingan kian tajam, ketika Presiden AS kala itu John F Kennedy menyetujui misi mencapai Bulan, atau dikenal program Apollo. Tekad Kennedy adalah menerbangkan manusia ke bulan sebelum abad ke 20 berakhir. Apollo 11 inilah yang mengantarkan Armstrong dan Aldrin ke Bulan.
Tak hanya Soviet dan AS yang bertarung. Sejumlah negara-negara Eropa juga turut serta. Katakanlah, Jerman yang sukses menerbangkan satelit AZUR pada 8 November 1969, menggunakan roket Scout-B buatan AS.
Lalu, ada Prancis yang merancang roket Veronique yang melesat pada 1957. Pada kepemimpinan Charles De Gaulle di 1958, teknologi antariksa Prancis mendapatkan tempat prioritas pada salah satu program pemerintah.
Jika AS dan Soviet bersaing soal siapa lebih unggul, di Eropa ada Prancis dan Jerman yang berlomba menghasilkan teknologi tercanggih. Menurut bocoran kabel diplomatik Kedutaan Besar AS di laman WikiLeaks, kedua negara itu bersitegang dalam bidang ini.
Dilansir dari CNN, Januari 2011, Dubes AS mengatakan intelijen dan badan antariksa Jerman menuding Prancis punya itikad jelek. Selain itu, rencana lobi Prancis ke AS untuk pembuatan satelit juga dibongkar oleh Jerman.
Persaingan ketat antara negara-negara maju itu menimbulkan kekhawatiran baru. Siapa akan menguasai Bulan? Siapa pemilik antariksa? Dan apakah orbit akan menjadi tempat negara maju meletakkan senjata mereka?
Untuk itulah, pada 27 Januari 1967 Amerika Serikat, Inggris dan Rusia meneken Traktat Luar Angkasa,  atau Traktat Prinsip Pengaturan Aktivitas Negara-negara Dalam Eksplorasi dan Penggunaan Luar Angkasa, termasuk Bulan dan Benda-benda Langit Lainnya. Pada Oktober 2011, ada 100 negara tergabung dalam traktat ini. Sementara itu 26 negara lainnya belum meratifikasi.
Menurut traktat itu, luar angkasa dan seluruh benda angkasa adalah warisan bersama umat manusia (Common heritage of mankind), jadi harus dipergunakan dan dimanfaatkan untuk kebaikan  manusia. Bulan dan seluruh benda di angkasa harus bebas dieksplorasi negara manapun tanpa diskriminasi. Orbit bumi juga tak boleh dipergunakan untuk menempatkan senjata nuklir.

Asia di mana?
Di Asia, China boleh dibilang paling awal menengok potensi luar angkasa. Mereka menerbangkan satelitnya sejak 24 April 1970. Mereka sangat intens. Dari 1970 hingga akhir 2001, China telah meluncurkan 50 satelit. Tingkat keberhasilannya hingga 90 persen. Sejak 1986, China menjual pesawat ulang-alik untuk para pemilik satelit.  Bisnis ini cukup laris, karena kala itu industri kapal antariksa AS dan Eropa tengah mandek.
Kemajuan China paling gemilang adalah pada 2003, saat meluncurkan pesawat Shenzou 5 yang diawaki oleh seorang astronot. Dengan ini, China adalah negara ke tiga di dunia, setelah AS dan Rusia, yang menerbangkan manusia ke luar angkasa. Misi ini diulangi pada 2005 dan 2008.
Pada September tahun ini, teknologi China meningkat pesat dengan mengirimkan modul laboratorium angkasa Tiangong-1 ke luar angkasa. Lab ini digabungkan secara otomatis di orbit bumi dengan pesawat ulang alik Shenzou 8. Ini adalah tahap kedua dari tiga tahap ambisius China untuk membuat stasiun seberat 60 ton di luar angkasa.
Stasiun China ini jauh lebih ringan dibandingkan stasiun luar angkasa internasional milik AS, Rusia, Eropa, Kanada dan Jepang, yang berbobot hingga 400 ton.
Selain China, India juga maju dalam teknologi antariksa. Dimulai pada 1960an, India sudah menerbangkan roketnya di atas Kerala. Pada kepemimpinan Vikram Sarabhai, bidang antariksa India semakin maju pesat. Termasuk pemakaian satelit komunikasi dan pemantau udara.
Pada Oktober 2008, India mulai berkelana ke ruang angkasa. Mereka mengirimkan pesawat ulang-alik nirawak, Chandrayaan-1 ke Bulan.
Organisasi Riset Antariksa India (ISRO) telah merencanakan misi kedua mereka ke bulan pada 2013. Target mereka pada 2016 adalah mengirimkan astronot ke Bulan. Bahkan saat ini ISRO tengah mempersiapkan misi selanjutnya ke Mars.
Selain kedua negara itu, Jepang juga patut diperhitungkan dalam soal antariksa. Jepang belum meluncurkan misi ulang-alik apapun, namun telah mengembangkan satelit pengintai untuk memantau aktivitas musuh mereka, Korea Utara, sejak 1998. Jepang khawatir, Korut memiliki rudal nuklir yang akan digunakan menyerang mereka.
Selain ketiga negara ini, beberapa negara lainnya di Asia juga sudah mulai meningkatkan teknologi antariksa mereka. Sebut saja Korea Utara yang telah beberapa kali meluncurkan satelit ke luar angkasa. Korea Selatan adalah pemain baru, tapi satelit pemantau militernya tak bisa dianggap enteng. Malaysia bahkan sudah mulai mengembangkan satelit mereka sendiri, dan merencanakan peluncuran fasilitas luar angkasa nirawak di masa depan.

Indonesia?
Di jagad teknologi antariksa, Indonesia boleh dibilang lumayan di kawasan Asia Tenggara. Tercatat, Indonesia adalah negara pertama meluncurkan satelit buatan dalam negeri, yaitu Palapa, pada 8 Juli 1976. Soewarto Hardhienata, Deputi Teknologi Dirgantara Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), mengatakan kala itu Indonesia adalah negara ketiga yang punya satelit domestik, setelah AS dan Kanada.
“Posisi Indonesia di dunia, dalam bidang teknologi antariksa, berada di tengah-tengah. Di ASEAN kita lebih unggul, tapi kalau di Asia kita kalah dengan Jepang, India dan China,” kata Soewarto kepada VIVAnews, Kamis 8 Desember 2011.
Selain Palapa, Lapan terus mengembangkan generasi baru satelit pencitraan. Pada 2007 lalu, Indonesia meluncurkan satelit kelas mikro berbobot 70 kg, dengan nama Lapan-Tubsat atau satelit Lapan-A1. Satelit Lapan-Tubsat ini dikembangkan dengan kerjasama Lapan dengan Technishe Universitaet Berlin Jerman. “Satelit ini digunakan untuk pengamatan permukaan bumi,” kata Soewarto.
Ke depannya, Soewarto menuturkan, Indonesia punya dua satelit lagi yang akan diluncurkan pada 2012 dan 2013. Yaitu, satelit kedua adalah Lapan-Orari. “Satelit ini unutk pengamatan bumi, monitoring kapal dan komunikasi bantuan bencana,” jelas Soewarto.  Satelit ketiga adalah Satelit Lapan-IPB, untuk untuk penginderaan jauh untuk program ketahanan pangan.
Dalam bidang persatelitan, Indonesia bisa diadu. Namun soal teknologi roket, Indonesia jauh tertinggal. Selama ini, peluncuran satelit dilakukan dari India yang  memiliki teknologi satelit dan landasan peluncur roket.
Pengetahuan soal pembuatan roket, kata Soewarto, adalah pengetahuan mahal dan tidak bisa ditransfer begitu saja. Pengatur beredarnya pengetahuan itu salah satunya adalah Missile Technology Control Regime (MTCR) yang beranggotakan 34 negara pemilik pengetahuan roket. Berdasarkan peraturan di rezim tersebut, pengetahuan roket tidak boleh ditransfer ke negara-negara berkembang.
Namun, saat ini Lapan tengah mengembangkan teknologi roketnya sendiri. Teknologi dikembangkan Lapan adalah meningkatkan kemampuan roket Sonda daya jangkau RX-250 sejauh 60 km untuk mencapai daya jangkau RX-550 sejauh 200-300KM. Roket ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk keperluan pertahanan.
Bab 2. Penelitian planet Mars
Sudah tidak asing lagi mendengar banyaknya misteri di planet Mars yang mengundang banyak perhatian para Ilmuan maupun para pembaca seperti kita. Namun dari sekian banyak misteri planet Mars tersebut ada beberapa fakta yang harus kita ketahui. Apa saja fakta planet mars tersebut? Inilah jawabannya!
1. Planet Mars memiliki gunung terbesar di seluruh sistem tata surya
Gunung tersebut dinamakan “Olympus Mons” dan berupa gunung yang tidak aktif. Tingginya 15.5 mil dengan diameter 372 mil. Sebagai perbandingan, tinggi Gunung Everest sekitar 5 mil. Planet Mars juga memiliki jurang terbesar di sistem tata surya kita yang disebut “Valles Marineris” dengan panjang 2500 mil dan kedalaman 4 mil. Olympus Mons dilihat dari atas
2. Orang-orang selalu berpikir tentang kehidupan di Planet Mars karena keberadaan kanal yang terlihat pertama kali oleh astronom
Inilah sebabnya kenapa orang-orang selalu berpikir serangan makhluk luar angkasa berasal dari sini, dan bukan di Planet Jupiter atau Venus. Sebenarnya, Planet Mars merupakan salah satu planet yang sulit dihuni karena suhunya yang membeku, angin matahari dan hampir tidak ada atmosfer. Kanal yang terlihat oleh astronom pada awal-awal pengamatan berbentuk garis lurus yang diyakini para ahli terdapat air di sana. Kanal di Planet Mars Kanal di Planet Mars
3. Planet Mars dinamakan berdasarkan Dewa Perang Romawi karena warnanya yang merah mengingatkan pengamat akan warna darah
Planet Mars berwarna merah disebabkan oleh tanahnya yang terdiri dari oksida besi yang biasa kita sebut dengan karat.
Planet Mars dilihat dari teleskop Hubble
4. Dibandingkan dengan planet lain di tata surya kita, Planet Mars terhitung sebagai planet yang kecil
Ukurannya sekitar setengahnya dari ukuran Planet Bumi. Planet Mars memiliki sepertiga grafitasi bumi, yang artinya Anda dapat loncat tiga kali lebih tinggi dari pada lompatan anda di bumi.
5. Pada tahun 1970-an, orbiter Viking mengambil gambar sesuatu yang terlihat sebagai gambar muka raksasa dan bentuk piramida di permukaan planet daerah Cydonia
Gambarnya terlihat seperti Sphinx di Mesir dan memiliki tinggi 2000 kaki. Penemuan ini membuat para pengamat UFO tertarik, tetapi para peneliti menyatakan bahwa itu hanya sekedar kikisan atau gundukan tanah. Banyak orang yang masih berpikir kalau bentuknya terlalu simetris, dan menganggap itu merupakan bukti keberadaan makhluk asing kuno.
6. Planet Mars memiliki cuaca yang paling ganas di sistem tata surya kita
Di sana terdapat badai angin yang ganas, badai debu dan tornado kecil. Pada tahun 2001, badai debu yang sagat besar menutupi seluruh permukaan planet selama beberapa hari menurut di bumi. Peneliti agak bingung mengapa planet dengan sedikit atmosfer dapat memiliki badai seperti itu. Mereka tidak tau apa yang menyebabkan badai, tetapi di sana terdapat lebih banyak badai ketika Planet Mars lebih dekat dengan matahari. Dan pada ujung bagian lebih jauh dari orbit, terdapat awan es yang terbuat dari karbondioksida dan debu. Ini juga merupakan hal yang aneh mengingat Planet Mars tidak terdapat permukaan air.
7. Telah dilakukan pencarian kehidupan di Planet Mars dan juga pencarian air
Setelah bertahun-tahun penelitian untuk setiap retakan di permukaan planet sebagai bukti dari keberadaan air, para peneliti akhirnya menemukannya. Misi Phoenix menemukan bahwa terdapat endapan es dalam jumlah besar di bawah permukaan planet.
8. Planet Mars memiliki dua bulan, dan salah satunya memiliki peluang untuk bertabrakan dengan Planet Mars
Salah satu bulannya, yaitu Phobos, memiliki orbit yang dekat dan membahayakan Planet Mars. Suatu hari, gaya grafitasi akan menariknya dan menabrak Planet Mars. Serpihannya akan tetap berada di orbit Planet Mars dan membuat cincin seperti di Planet Saturnus. Pada akhirnya, serpihan tersebut akan jatuh ke permukaan Planet Mars. Para peneliti tidak tahu hal tersebut akan terjadi kapan, tetapi mereka memprediksikan akan terjadi sekitar 50 tahun lagi.
9. Hanya 1/3 dari seluruh misi ke Planet Mars yang sukses
Banyak misi ke Planet Mars yang hilang begitu saja yang membuat para peneliti berpikir ada sesuatu yang aneh terjadi. Mereka juga berpendapat bahwa Planet Mars dapat dikatakan sebagai “Segitiga Bermuda” di sistem tata surya kita.

Bab 3. Penelitian Luar Angkasa : Galaksi
Sekelompok peneliti dari kalangan astronom berhasil menemukan galaksi terbesar yang diklaim terbesar di alam semesta. Mereka menemukannya saat melakukan observasi menggunakan teleksop di pegunungan Atacama, di Chili.
Disebut sebagai galaksi terbesar di alam semesta, pasalnya galaksi ini mempunyai jarak sekira tujuh miliar tahun cahaya atau setara dengan dua juta miliar massa matahari. Tidak hanya itu, galaksi ini merupakan struktur yang paling stabil di dalam tata surya.
Dikalangan penemu, galaksi ini diberi nama "El Gordo" atau yang dalam bahasa Spanyol berarti "Si Gemuk". Alasan El Gordo semakin membesar karena saat ini tengah menjalani penggabungan (merger) dan berkembang lebih besar. Kalangan astronom sendiri berharap dapat lebih memahami bagaimana mereka membentuk, tumbuh dan bertabrakan dengan satu sama lain.
Dilansir BBC.co.uk, Kamis (12/1/2012), proses terbentuknya si Gemuk ini sama seperti galaksi lainnya, merupakan hasil dari superlatif banyak kosmik yang muncul dari peristiwa tabrakan satu sama lain dalam kecepatan tinggi di alam semesta.
Para peneliti itu menyatakan, dengan melihat dan memahami sifat dari El Gordo, manusia mampu memahami evolusi waktu pembentukan struktur alam semesta.
Bab 4. Penelitian planet Pluto
Teleskop luar angkasa Hubble baru-baru ini menemukan bukti keberadaan molekul organik, yang mengandung karbon pembentuk kehidupan. Pengamatan Hubble tersebut, menunjukkan bahwa ada beberapa zat pada permukaan Pluto, yang  menyerap lebih banyak cahaya ultraviolet.
Zat itu masih menjadi pertanyaan, namun ada kemungkinan merupakan zat organik, bisa juga berupa senyawa hidrokarbon atau nitrogen yang mengandung molekul-molekul.
"Ini adalah temuan yang menarik karena senyawa hidrokarbon dan molekul lain yang menyerap ultraviolet, yang kami termukan lewat Hubble, mungkin saja berperan dalam membuat warna Pluto terlihat kemerahan," kata ALan Stern, dari Southwest Research Institue.
Pluto mengelilingi matahari dalam cincin es yang disebut Sabuk Kuiper. Banyak objek Sabuk Kuiper lainnya yang cukup merah. Para peneliti sebelumnya telah berspekulasi bahwa suatu zat organik berperan dalam menimbulkan warna merah itu. Demikian diwartakan Livescience, Jumat (23/12/2011).
Stern dan rekan-rekannya juga menemukan bahwa spektrum ultraviolet Pluto telah berubah dibandingkan dengan pengukuran Hubble selama 1990an. Perbedaan-perbedaan yang ditemukan melalui Cosmic Origins Spectograph dalam Hubble, berhubungan dengan perubahan medan magnet. Ada juga kemungkinan bahwa peningkatan tekanan atmosfer Pluto memicu perubahan di permukaannya.
"Penemuan kami melalui Hubble ini, mengingatkan kita bahwa penemuan yang lebih menarik tentang komposisi Pluto, dan evolusi permukaannya akan telah tersedia saat New Horizon, pesawat NASA tiba di Pluto pada 2015," tandas Stern.
Bab 5. Penelitian Asteroid dekat Bumi.
Sejak lama para ahli astronomi mencermati keberadaan asteroid yang merupakan pecahan materi purba sistem Tata Surya. Asteroid adalah benda langit yang komposisinya terdiri atas batuan atau logam dan mengorbit matahari, namun terlampau kecil untuk disebut planet. Asteroid dijuluki planet mini dan diameternya biasanya kurang dari 1000 kilometer. Sebagian besar berada di sabuk asteroid yang membentang diantara planet Mars sampai ke planet Yupiter sejarak dua sampai empat unit astronomi dari Matahari. Satu unit astronomi setara dengan jarak 150 juta kilometer. Sabuk asteroid ini juga mencakup Bumi kita, karena letaknya berada di antara Mars dan Yupiter. Asteroid dekat Bumi merupakan obyek yang paling sering dijadikan penelitian. Terobosan ilmiah terpenting dicapai tanggal 14 Februari lalu, ketika wahana penelitian ruang angkasa Shoemaker, berhasil mendarat di permukaan sebuah asteroid kecil yang diberi nama Eros. Asteroid ini bentuknya seperti kentang raksasa, panjangnya sekitar 33 kilometer, dan lebar serta tebalnya 13 kilometer, mengorbit pada jarak 316 juta kilometer dari Bumi.
Wahana penelitian ruang angkasa Shoemaker sebetulnya dirancang untuk mengawasi asteroid lainnya yang diberi nama Mathilde. Diluncurkan pada tanggal 17 Februari 1996, wahana penelitian Shoemaker melakukan orbit di asteroid Mathilde sekitar bulan Juni tahun 1998. Misi penelitian angkasa luar yang diberi nama "pertemuan dengan asteroid dekat Bumi"-NEAR itu kemudian diarahkan ke asteroid bernomor 433, yakni Eros. Bonus ilmiah ternyata menunggu di asteroid yang ukurannya relatif besar ini. Eros memberikan data sepuluh kali lebih banyak ketimbang yang diduga para ahli. Dr. Robert Farquhar, direktur laboratorium fisika terapan di universitas John Hopkins yang menjadi pimpinan misi NEAR mengatakan, sebelumnya misi penelitian itu tidak direncanakan mendarat di permukaan Eros.
 Namun setelah penelitian selama beberapa tahun, dengan data lebih lengkap dari perkiraan semula, disepakati misi yang riskan tsb. Penetapan tanggal 14 Februari sebagai hari pendaratan, adalah hasil perhitungan matematis dari posisi Eros dan wahana penelitian Shoemaker. Sebetulnya tidak ada risiko kerugian mendaratkan Shoemaker di permukaan Eros. Sebab dalam waktu tidak lama lagi, Shoemaker akan kehabisan energinya dan akan hilang di luar angkasa, menjadi asteroid baru buatan manusia. Daripada hilang begitu saja, para ahli memutuskan mendaratkannya di permukaan Eros. Rupanya perhitungan para ahli kali ini juga keliru. Mereka menyangka wahana penelitian Shoemaker akan hancur berkeping-keping menabrak permukaan Eros. Nyatanya Shoemaker mendarat dengan mulus.
Sejauh ini sedikitnya 160.000 gambar sudah dikirimkan Shoemaker ke pusat pengendali di Bumi. Dengan pendaratan di Eros, para ahli bahkan memiliki gambar rinci dari permukaan asteroid. Pemotretan jarak dekat dari ketinggian hanya beberapa ratus meter sebelum mendarat, menghasilkan gambaran resolusi tinggi. Dengan menganalisis gambar-gambar yang kualitasnya prima, diharapkan sifat asteroid dapat diketahui lebih banyak lagi. Eros yang merupakan asteroid logam, menunjukan adanya kawah-kawah kecil serta batuan yang kelihatannya mengalami erosi.
Data baru itu tentu saja amat berharga bagi para ahli. Sebab sejauh ini diduga tidak ada erosi di permukaan asteroid, karena tidak adanya atmosfir maupun gaya tarik. Nyatanya di Eros terlihat adanya jejak erosi. Diduga badai matahari yang memancarkan debu kosmiklah yang menggerus permukaan asteroid. Kawah-kawah kecil diduga akibat tabrakan dengan benda langit lainnya. Pengamatan dari permukaan sebuah asteroid diharapkan memberikan data lebih akurat menyangkut komposisi fisik dan geologinya. Selain itu akan dikethaui lebih jelas hubungan antara asteroid, komet dan meteorit. Dan yang paling mendasar adalah untuk mengetahui lebih jauh mengenai bagaimana dan dalam kondisi seperti apa sebuah planet terbentuk dan berkembang.
Dalam beberapa hari ini ribuan gambar baru sudah dikirimkan wahana penelitian Shoemaker ke Bumi. Para ahli memang tidak dapat meramalkan, sampai kapan mereka masih dapat menjaga kontak dengan Shoemaker. Namun disebutkan, misi penelitian Eros menggunakan wahana Shoemaker meningkatkan secara dramatis pengetahuan mengenai asteroid. Data yang dikirimkan merupakan landasan berharga bagi misi sejenis di masa depan. Sasarannya tentu saja untuk mengetahui asal-usul alam semesta.
Bab 6. Penelitian Luar Angkasa : Ditemukan Planet Mirip Bumi yang Layak Huni
Hasil pengamatan obstarium MW keck di Hawai, Amerika Serikat, selama 11 tahun membuahkan hasil. Para ilmuwan menemukan sebuah planet yang mirip dengan Bumi. Planet itulah kemungkina bisa di huni manusia.
Seperti yang dilansir Telegraph.co.uk, 29 september 2010, sebuah tim ‘pemburu planet’ menamai planet yang mirip dengan Bumi itu dengan sebutan Gliese 581g.
Planet yang ukurannya hampir sama dengan Bumi itu mengorbit dan berada di tengah ‘zona huni perbintangan’. Peneliti juga menemukan zat cair dapat eksis di permukaan planet itu.
Ini akan menjadi planet paling mirip dengan Bumi yang pernah ditemukan sebelumnya. Ini juga planet pertama yang paling berpotensi dihuni manusia.
“temuan kami ini sangat menarik dan menawarkan kemungkinan bahwa planet ini berpotensi untuk dihuni,” kata Profesor Steven Vogt di University of California.
Sebelumnya, Badan Antariksa NASA juga menemukan planet mirip Bumi, Kepler 9. Gliese 581g ditemukan berdasarkan observasi yang dilakukan menggunakanteknik tercanggih yang dikombinasikan dengan teleskop ‘kuno’. Yang paling menarik dari palet Gliese 581g ini adalah, dia memiliki massa 3-4 kali dari bumi dan periode orbit hanya dibawah 37 hari. Volume massa itu menunjukan bahwa planet itu kemungkinan merupakan planet berbatu dengan permukaan tertentu. Itu juga menunjukan bahwa planet itu memiliki garvitasi yang cukup.
Gliese 581g terletak dengan jarak 20 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya berada di konstelasi Libra. Posisi planet itu, satu sisi selalu menghadap bintang dan memiliki suhu panas yang memungkinkan manusia untuk berjemur secara terus menerus di siang hari. Di bagian samping yang menghadap jauh dari bintang, berada dalam kegelapan yang terus menerus.
Para peneliti memperkirakan rata-rata suhu permukaan palent itu antara -24 dan 10 derajat Fahrenheit atau -31 sampai -12 derajat Celcius. Suhunya akan sangat terik saat posisisnya menhadap bintang dan bisa terjadi pembekuan saat sedang gelap.
Menurut profesor Vogt, gravitasi dipermukaan planet ini hampir sama atau lebih tinggi dari Bumi. Sihingga orang dapat dengan mudah berjalan tegak di planet ini. “faktanya kami mempu mendeteksi planet itu begitu cepat dan sangat dekat. Ini memiliki arti bahwa planet seperti ini benar-benar berciri umum seperti Bumi” jelasnya.
Prof Vogt dan Paul Butler, dari Carnegie Institution di Washington, mengatakan temuan-temuan baru tim itu dilaporkan dalam sebuah makalah yang akan diterbitkan dalam jurnal Astrophysical.
Bab 7. Penyelidikan Bulan
Dalam usaha menggali misteri alam semesta yang maha luas ini, kita berbekal ilmu-ilmu: matematika, fisika, kimia, dan sejarah untuk menganalisis sahaya dari bintang, atau bintang-bintang yang kita survei. Alat-alat yang terutama kita pakai adalah teleskop, baik teleskop refraksi atau teleskop refleksi.
Alat-alat lain yang perlu disebutkan di antaranya spektroskop, berguna untuk memisahkan sinar cahaya dari benda jauhagar dapat dipelajari besarnya. Spektoheliograf, berguna untuk mengetahui komposisi matahari. Spektograf, suatu kamera otomatis yang sering digunakan pada roket atau satelit buatan untuk mengirimkan gambar yang dipotret ke bumi.
Dari ilmu-ilmu dari alat-alat tadi, orang dapat menyimpulkan bahwa bintang-bintang di alam semesta ini merupakan reaksi proses termonuklir yang melepaskan panas/energi ke alam bebas, dan semua benda-benda di alam semesta ini merupakan asosiasi mineral yang bergerak dengan proper motion menurut garis lurus atau garis melingkar.
Benda-benda yang bergerak dengan proper motion adalah meteor dan galaksi. Keduanya dapat membelok dan berubah kalau ada gaya yang lebih besar memengaruhinya. Gerak melingkar dalam tata surya dapat diperlihatkan pada usaha manusia untuk menyelidiki bulan. Penyelidikan ini menjadi lebih kompleks karena bumi berotasi dalam satu hari dan berevolusi dalam satu tahun; sementara bulan berevolusi mengelilingi bumi dalam waktu 271/2 hari dan berotasi selama 271/2 hari juga. Hal itu berarti siang malam di bulan itu lamanya 271/2 hari bumi, atau waktu siang dan malam di bulan. Masing masing lamanya 14 hari.
Siang dan malam yang demikian itu menyebabkan di bulan tidak ada kehidupan. Bulan bukanlah bintang seperti matahari, dan juga bukan planet seperti bumi, melainkan benda kecil yang mengelilingi bumi. Ia juga disebut satelit. Bulan mengelilingi bumi menurut garis orbitnya berbentuk elips dengan jarak rata rat dari bumi 390 ribu km, pada titik terjjauh dari bumi 400 ribu km, dan pada titik terdekat dari bumi 352 ribu km.
Diameter bulan 3.456 km dan karena gravitasinya terlalu kecil, bulan tidak mamp mengikat atmosfer seperti bumi. Gravitasi bulan hanya seperenam gravitasi bumi, it berarti jika seseorang ketika berada di bumi beratnya 90 kg, maka ketika berada di bulan beratnya menjadi 15 kg.
Dengan kondisi bulan seperti itu orang-orang mulai mencoba untuk menyelidiki bulan. Dari abad ke-17 orang berusaha pergi ke bulan dengan cara menembakkan bola ke arah bulan, tetapi hasilnya sia-sia. Kemudian di abad ke-20 orang berusaha pergi kebulan dengan cara mengendarai roket yang prinsip kerjanya sama seperti mainan anak-anak yaitu sos-dor. Roket membawa bahan bakar sendiri untuk terbang ke arah tujuan, dengan dikendalikan oleh manusia langsung maupun tidak langsung.
Usaha mendarat di bulan adalah langkah awal yang perlu di lakukan untuk selanjutnya mendarat di planet lain di alam semesta. Usaha ini dilakukan oleh USSR dan USA yng telah berhasil melakukan berbagai percobaan, diantaranya:
·         04-10-’57 USSR dengan Sputnik : Berhasil pertama kali meluncrkan satelit buatan
·         12-04-’61 USSR denagn Vostok 1 : Yuri Gargarin orang pertama menorbit bulan
·         14-06-’63 USSR dengan Vostok 5 : Valery Bykovsky menorbit bulan 61 kali dengan Valentina Tereshkova ( wanita luar angkasa pertama)
·         06-04-’65 USA dengan Early Bird : Pertama kali meluncurkan satelite komunikasi komersial.
·         03-02-’66 USSR dengan Luna 9   : Pertama kali mendaratkan roket dengan empuk di bulan dan mengirimkan gambar-gambar ke bumi.
·         03-04-’66 USSR dengan Luna 10 : Meluncurkan pertama kali pesawat yang mengorbit di bulan.
·         07-11-’67 USA dengan Surveyor 6 : Mendaratkan pesawat di bulan dan mengirimkan kembali 15.524 gambar ke bumi.
·         21-12-’68 USA dengan Apollo 8 : Frank Borman, James A Lovell, dan Wiliam A. Anders merupakan orang-orang pertama yang terbang mengelilngi bulan.
·         16-17-’69 USA dengan Apollo 11 : Neil A. Amstrong dan Edwin E. Aldrin dengan pesawat modul dan mendarat di bulan beberapa jam, mengumpulkan tanah dan bebatuan sampel; sementara Michael Collins tetap mengemudikan Apollo 11 mengelilingi bulan hingga pesawat modul mendarat di sana lagi, dan mereka kembali ke bumi dengan selamat.
Demikianlah, akirnya manusia berhasil mendarat di bulan. Bagaimana mencari/menuju bulan di langit yang tak berbatas ini, akan dilakukan dengan mudah bila kita mengeri bahwa “seluruh anggota tata surya” itu titik pusatnya terletak dalam suatu bidang datar, termasuk titik pusat matahari. Selain itu, tinggal perhitungkan mekanisme dengan sudut-sudut tertentu dan kecepatannya tertentu akan sampai pada relm bulan, emudian roket tetap mengitari bulan searah revolusi bulan, menunggu kembalinya pesawat modul dari bulan untuk kembali ke bumi.
Bab 8. Bumi Lain untuk Manusia
Dua bulan setelah diluncurkan, Kepler mulai masuk ke tahap pengumpulan data ilmiah. Setiap dua minggu sekali, pesawat ruang angkasa milik NASA pencari planet serupa Bumi yang mengorbit mataharinya masing-masing itu diperiksa instrumennya.
Data ilmiah sendiri diunduh sekali tiap bulan. Dikumpulkan, lalu diinformasikan ke publik. Jauhnya jarak Kepler dari Bumi – bisa mencapai 51 juta kilometer – membuat kecepatan unduh data video dan foto-foto beresolusi tinggi itu hanya mencapai 2.000 bit per detik (jika Kepler berada di posisi terdekat) dan 250 bit per detik (saat berada di jarak terjauh).
Meski demikian, banyak temuan menarik yang didapat. Dan yang mengejutkan adalah pada data yang diambil antara Desember 2009 sampai Maret 2010. Di data itu, Kepler mendapati sebuah planet lain yang nyaris identik dengan planet Bumi. Planet yang kemudian diberi nama Kepler-22b.
Sebagai gambaran, agar sebuah objek bisa disebut sebagai planet, ia harus terpantau bergerak ke depan bintang yang ia kelilingi (transit) setidaknya 3 kali. “Dewi keberuntungan tampaknya tengah tersenyum saat kami menemukan planet ini,” kata William Borucki, Kepler Principal Investigator NASA, ketua tim yang menemukan Kepler-22b dalam keterangan resminya.
“Transit pertama planet ini tertangkap kamera saat Kepler baru 3 hari beroperasi secara resmi dan akhirnya kami menyaksikan transit ketiga planet itu di hadapan bintangnya pada tahun 2010 lalu,” ucap Borucki.
Sebenarnya, Borucki menyebutkan, sampai Desember 2011, secara total sudah ada 708 buah extrasolar planet (disingkat dengan exoplanet) atau planet-planet yang berotasi mengelilingi bintang – seperti layaknya planet-planet di tata surya mengelilingi Matahari – yang dijumpai Kepler.
Tetapi, dari sekian banyak planet itu, tidak semuanya berada di ‘habitable zone’ atau sebuah kawasan di jarak tertentu dari bintang mereka yang membuat planet yang bersangkutan berpotensi untuk menampung kehidupan di permukaannya.
Pada penelitian sebelumnya, memang sempat terindikasi akan adanya planet serupa Bumi dan tinggal di kawasan habitable zone yakni Gliese 581 d dan HD 85512 b atau Gliese 370 b. Saat itu, kedua planet ini menjadi kandidat utama sebagai planet yang bisa dihuni makhluk hidup. Namun peluang itu sangat tipis.
Pasalnya, ternyata dua planet yang mengorbit bintang yang lebih sejuk dari Matahari itu ternyata tinggal di pinggir habitable zone. Orbit mereka lebih mirip seperti Venus dan Mars, tidak seperti Bumi. Masalah lain, ukuran planet-planet itu juga jauh lebih besar dibanding Bumi. Ditemukannya Kepler-22b, yang berada di kawasan tengah habitable zone, membawa harapan baru.
Dunia Air
Peneliti yang tergabung dalam misi pencarian Kepler mengonfirmasi. Planet itu ada di kawasan di mana air dalam bentuk cair bisa hadir di permukaan planet. Kepler-22b juga merupakan planet terkecil yang didapati mengorbit di habitable zone dari sebuah bintang yang mirip dengan Matahari kita.
Selain berada di kawasan habitable zone, planet baru itu punya sejumlah aspek penting lain yang serupa dengan yang dipunya Bumi. Ia mengitari sebuah bintang yang juga serupa dengan Matahari kita. Jarak planet itu ke bintangnya juga serupa dengan Bumi dengan Matahari.
Tepatnya, jarak Kepler-22b ke mataharinya yakni Kepler-22 sekitar 15 persen lebih dekat dibanding Bumi dengan Matahari. Tetapi, pancaran cahaya Kepler-22 juga sekitar 25 persen lebih redup dibanding cahaya Matahari.
Kombinasi jarak yang lebih dekat namun dengan matahari yang lebih redup ini memungkinkan planet itu punya temperatur permukaan yang nyaman. Menggunakan instrumen yang dimiliki, ilmuwan memperkirakan, jika planet itu tidak punya atmosfer, temperatur rata-rata di sana sekitar -11 derajat Celsius.
Jika ada atmosfer dan ia menyediakan efek rumah kaca serupa dengan efek yang dihasilkan oleh atmosfer milik planet Bumi, maka Kepler-22b akan memiliki temperatur rata-rata 22 derajat Celsius. Kemungkinan besar, planet itu juga punya air dan bebatuan di permukaanya.
Dari sisi rotasi, satu tahun planet itu lamanya 290 hari. Tidak jauh berbeda dengan bumi yang 365 hari. Yang jadi masalah, planet itu berukuran lebih besar dari Bumi. Ukuran planet yang lebih besar berarti peluang adanya kehidupan hadir di permukaannya menjadi lebih kecil. Mengapa?
Jika melihat ukurannya yang sekitar 2,4 kali lebih besar dari Bumi, kemungkinan planet itu lebih berbentuk seperti Neptunus, planet yang terdiri dari gas dan cairan. Hanya inti planet itu yang terbuat dari batu, adapun sebagian besar permukaannya merupakan samudera.
Walau kecil peluang, ilmuwan tetap antusias. “Sangat menarik untuk membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang ada,” kata Natalie Batalha, Deputy Science Chief Kepler, NASA. “Mengapung di sebuah dunia yang sepenuhnya diselimuti oleh air sama seperti kita berada di tengah-tengah samudera milik Bumi,” ucapnya.
Untuk itu, Batalha menyebutkan, bukanlah hal yang tidak mungkin bahwa ada kehidupan yang mampu bertahan di samudera seperti itu.
Kepler sendiri tidak bisa menemukan kehidupan asing di planet itu meski kondisinya memungkinan bagi kehidupan untuk bertahan. Dan jika astronom menyatakan bahwa mereka mencari kehidupan lain di luar Bumi, yang mereka cari merupakan kehidupan yang berkisar dari mikroba, sampai kehidupan yang sangat cerdas yang bisa saja justru tengah memantau manusia. 22 Juta Tahun, Perjalanan ke Kepler-22b
Penemuan Kepler-22b tentu saja menjadi sorotan di kalangan ilmuwan, astronom, dan juga masyarakat pemerhati astronomi. Sejuta harapan dan angan-angan terlontar saat NASA mengumumkan secara resmi bahwa planet itu sangat berpotensi mampu menyimpan air dalam bentuk cair, faktor utama penunjang kehidupan.
Apalagi, jika benar suhu permukaan planet itu rata-rata mencapai 22 derajat Celcius, tentu temperatur seperti ini sangat nyaman bagi manusia untuk tinggal di planet itu.
Sayang seribu sayang, ada kendala sangat besar yang menghadang segala impian tersebut untuk jadi kenyataan. Sampai saat ini, belum ada teknologi yang
memungkinkan manusia, bahkan bayi yang baru lahir di bumi sekalipun, untuk bisa tiba di planet itu saat ia masih hidup.
Seperti diketahui, tahun cahaya merupakan cara untuk mengukur jarak di ruang angkasa. Satu tahun cahaya sendiri mencapai sekitar 6 triliun mil atau 10 triliun kilometer jaraknya. Dengan teknologi pesawat ruang angakasa yang kita miliki sekarang, manusia memerlukan waktu 22 juta tahun untuk tiba di Kepler-22b.
Secara realistis, kita mungkin memang tidak akan sanggup berkunjung ke planet tersebut. Tetap ilmuwan yakin, masih ada planet seperti Kepler-22b dalam jarak yang lebih dekat dan bisa ditemukan dalam sisa hidup kita ini. Apalagi sejak mulai beroperasi, instrumen milik pesawat ruang angkasa Kepler sudah menemukan ratusan planet baru.
Bab 9. Mencari kehidupan di planet Mars
Planet Mars yang dijuluki planet merah, kini menjadi obyek penelitian paling ambisius dari program ruang angkasa Eropa dan Amerika Serikat. Pertarungan teknologi kini diarahkan pada misi penelitian di planet tetangga Bumi tsb. Sasaran utama penelitian adalah mencari jejak kehidupan di planet Mars.
Hasil penelitian terbaru, yang dikirimkan ke Bumi oleh dua wahana penelitian ruang angkasa tidak berawak milik AS, Mars Global Surveyor dan Mars Odyssey menunjukan, di planet Mars pernah atau masih terdapat cadangan air dalam jumlah besar. Planet Mars secara gelologis juga masih aktif. Tanggal 2 Juni lalu, lembaga ruang angkasa Eropa-ESA juga meluncurkan program Mars-Express, yakni satelit penelitian Eropa untuk planet Mars. Diperhitungkan, pada hari Natal tanggal 25 Desember 2003 ini, pesawat pendarat kecil yang diberi nama Beagle-2, akan mendarat di Mars untuk melakukan eksplorasi.
 Sementara Mars-Express akan tetap mengorbit di atmosfir Mars, untuk meneliti planet merah itu dari atas. Mars Express membawa tujuh peralatan canggih, untuk penelitian tambahan melengkapi penelitian yang dilakukan Beagle-2. Peralatannya dikembangkan kelompok ilmuwan Eropa,Cina,Jepang,Rusia dan AS. Pertanyaan yang selama ini mengusik para peneliti planet Mars adalah, apakah pernah atau masih ada kehidupan di sana? Ada tiga kemungkinan yang diperkirakan para peneliti. Pertama, di planet Mars samasekali tidak pernah ada kehidupan. Kedua, mungkin pernah ada kehidupan, tetapi sudah musnah beberapa ratus juta tahun lalu. Atau kemungkinan ketiga, masih ada kehidupan di Mars.
Tentu saja muncul pertanyaan berikutnya, jika ada kehidupan, di mana lokasinya? Sebab permukaan planet Mars yang nyaris tanpa atmosfir pelindung, serta langsung terkena pancaran sinar matahari dan gelombang kosmis lainnya, secara teoritis tidak cocok untuk keberadaan makhluk hidup. Peralatan yang dibawa Mars Express, terutama ditujukan untuk mencari lokasi air atau bekasnya di planet merah tsb. Hendak dilacak, apa yang terjadi dengan air di planet Mars, yang kelihatanya di masa lalu tersedia dalam jumlah besar.
Sebuah radar altimeter, akan melacak sturktur lapisan tanah beberapa kilometer di bawah permukaan, untuk mencari jejak es atau lapisan permafrost, atau bahkan juga air dalam bentuk cair. Sementara peralatan penelitian lainnya, akan melacak kandungan air yang tersisa di atmosfir. Data kandungan air di atmosfir, akan menjelaskan, apakah di Mars masih tetap terdapat sistem sirkulasi air yang masih berfungsi.
Ketua proyek ilmiah Mars-Express, Agustin Chicarro mengatakan, data yang dikumpulkan hendak memperjelas, berapa volume air yang masih tersisa di planet Mars. Sejauh ini baru diindikasikan adanya air di planet merah tsb. Asumsi para ahli selama ini, jika terdapat air, kemungkinan juga terdapat makhluk hidup di sana.
Tugas Beagle-2 yang diturunkan ke permukaan Mars, terutama meneliti lebih lanjut struktur geologi serta cuaca di permukaan planet merah tsb. Tentu saja sasaran utamanya adalah melacak adanya kehidupan atau jejak kehidupan di masa lalu, jika pernah ada dan musnah. Untuk itu, wahana penelitian permukaan Mars, Beagle-2 dilengkapi perangkat analisis gas. Yang terutama hendak di-endus adalah jejak mineral karbonat dan gas methan.
Jika terdapat sisa mineral karbonat, penelitian akan dilanjutkan dengan pelacakan, sejauh mana unsur karbon itu dapat mendukung munculnya kehidupan. Juga pelacakan gas methan, hendak menelusuri sumbernya. Para ahli meyakini, gas methan di Mars, jika ada, hanya dapat diproduksi oleh makhluk hidup. Beagle juga akan mengambil sampel batuan dan tanah, dari lapisan yang berada beberapa meter di bawah permukaan atau di bawah batuan besar.
 Diperkirakan, kawasan semacam itu, lolos dari terpaan ganas sinar ultra violet. Mengapa para ahli begitu optimis, di planet Mars terdapat air atau di zaman purba pernah terdapat air? Jawabannya terletak pada gambar hasil pemotretan wahana penelitian tidak berawak milik AS, Mars Global Suveyor, yang menunjukan morfologi permukaan Mars yang diduga pernah mengalami abrasi oleh air.
Bahkan di kawasan utara planet Mars, terlihat gambaran seperti garis pantai. Analisis gambar menggunakan komputer, mengisyaratkan kawasan tsb beberapa milyar tahun lalu kemungkinan memang danau atau lautan yang cukup besar. Dari mana asalnya air di planet Mars itu? Pada model komputer terlihat, pada zaman tiga milyar tahun lalu, air menutupi planet Mars mulai dari kawasan khatulistiwa sampai batas dataran tinggi di utara dan selatan. Para peneliti Mars memperkirakan, air tercipta akibat tabrakan dengan meteorit.
Dari penelitian tercatat sekitar 25 kawah besar bekas tumbukan meteorit di permukaan Mars. Tumbukan ini melepaskan air yang dikandung meteorit. Diperkirakan, tumbukan dengan meteorit berdiameter 100 kilometer, melepaskan gas uap air yang jika mencair mampu menutupi seluruh permukaan Mars dengan air sedalam 40 sentimeter. Perubahan poros rotasi Mars dalam beberapa milyar tahun terakhir, menyebabkan perubahan iklim drastis di planet tsb. Juga intensitas pancaran sinar matahari menjadi lebih besar. Akibatnya hampir seluruh cadangan air di permukaan Mars menguap. Diduga cadangan air berupa es masih tetap ada di bawah permukaan yang suhunya lebih dingin. Jika terbukti di planet Mars terdapat cadangan air, para peneliti ruang angkasa sudah membuat sasaran baru, yakni dalam waktu 15 sampai 20 tahun mendatang, akan meluncurkan misi berawak ke planet Mars.

Bab 10. Kisah Neil Armstrong Pergi Ke Bulan Masuk Islam

Neil Armstrong adalah orang pertama yang mendarat di bulan. Neil pergi ke bulan menggunakan pesawat ruang angkasa USA bernama Apollo, bersama rekannya Buzz Aldrin. Pergi ke bulan merupakan hal yang amat menakjubkan bagi Neil. Saat-saat masa keberhasilannya itu, tak pernah ia lupakan.
Sampai akhrinya 30 Tahun berlalu, Saat itu neil memutuskan untuk mengambil cuti kepada pihak NASA. Ia menghabiskan liburannya dengan berwisata ke Mesir. Ini kali pertama ia mengunjungi Kairo,atau pertama kalinya ia mengunjungi sebuah negeri Islam dalam rangka berwisata mencari hiburan dan mengembalikankesegaran setelah penat menghadapi rutinitas pekerjaan.
Beralih ke Mesir, akhirnya neil bersama wisatawan lain sampailah ke sebuah hotel yang terletak di tengah kota Kairo. Setelah beres mengurus registrasi, dengan tertatih dia pergi menuju kamarnya untuk beristirahat setelah letih menempuh perjalanan yang cukup jauh dari Amerika menuju Kairo. Dan ketika dia berbaring di ranjang, tiba-tiba terdengarlah kumandang adzan.

Allahuakbar... Allahuakbar...
Ketika mendengar seruan itu, ia berpikir bahwa ini bukan pertama kali ia mendengar seruan seperti ini. Neil berpikir keras dimana dia pernah mendengarnya sebelumnya? Neil terus berusaha mengingat, tetapi dia tetap tidakmampu menemukan jawabannya.
Kemudian ia duduk, berdiri dan berjalan menuju kamar kecil, kemudian pergi mengambil makanan fast food sebelum turun untuk makan malam di lantai dasar.
Di ruang makan ketika dia sedang mengunyah sisa makanannya sambil ngobrol bersama dua orang temannya, kembali terdengar kumandang adzan dari salah satu menara mesjid yang banyak tersebar di Kairo, ia pun lantas terdiam, mencoba menyimak & menghayati lantunan kalimat-kalimat adzan yang didengarnya.
Kemudian dia berseru memanggil salah seorang pelayan yang ada disana & bertanya dengan bahasa inggris, “apakah kamu bisa berbahasa inggris?”
Si pelayan menjawab, “bisa sedikit tuan.”

Neil tersenyum & berkata, “seruan apa yg barusan tadi terdengar?”
Pelayan tadi menjawab, “maaf saya tidak mengerti maksud tuan.”
Neil berisyarat mengumandangkan adzan dengan terbata terbata, “Allahu akbar… Allahu akbar.”
Pelayan kemudian berkata, “itu panggilan untuk sholat, panggilan kepada seluruh kaum muslimin untuk pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat yg dilakukan lima kali sehari.”
Neil pun mengucapkan terima kasih atas penjelasannya. Kemudian dia melanjutkan makan malamnya dengan duduk diam tanpa berkata apapun. Tiba-tiba ia bangkit dan meninggalkan teman-temannya lalu naik menuju kamarnya sambil berpikir, “pasti aku mendengarnya di salah satu film yg pernah aku tonton”. Sejenak dia berhenti berpikir, “ataupun mungkin di tempat lain?”.
“Ah tidak, bukan di film, aku mendengarnya dgn telingaku sendiri menggema di udara, tetapi dimana?” Sampai dia beranjak tidur pernyataan ini masih berputar di kepalanya. Ketika fajar menyingsing, Neil terbangun oleh suara adzan yang kembali berkumandang membelah angkasa :

Allahu akbar... Allahu Akbar...
Dia pun segera bangkit, duduk di tepi ranjang seraya mengerahkan segenap perhatiannya untuk mendengarkan suara itu, bersamaan dengan berakhirnya kumandang adzan, Neil teringat kembali bayangan tiga puluh tahun silam yang masa itu merupakan masa gemilang dalam hidupnya. Ketika itu dia mengendarai pesawat luar angkasa milik USA , Apollo, yg merupakan pesawat pertama dalam sejarah yg mampu mendarat di bulan. Tiba-tiba ia sadar bahwa “Ya, disanalah aku mendengar seruan ini untuk pertama kalinya dalam hidupku.” ungkapnya.
Kemudian dia berseru dalam bahasa inggris tanpa sadar, “Wahai Tuhan yang Maha Suci, Ya Tuhan, benar aku ingat bahwa disanalah, dipermukaan bulan itu aku dengar seruan itu untuk pertama kalinya dalam hidupku, dan disini, di Kairo, aku mendengarnya di bumi.”
Kemudian dia membaca sesuatu dan berusaha untuk kembali tidur, tetapi dia tidak bisa, diambilnya sebuah buku dari dalam tasnya dan mulai membacanya untuk merintang waktu hingga pagi menjelang, dia membaca tetapi pikirannya melayang entah kemana dan dia sama sekali tidak mengerti isi buku yang dibacannya.
Dalam hati dia berharap untuk mendengar lagi seruan itu. Hingga pagi dia membaca seperti itu dengan harapan akan kembali mendengar suara adzan, tetapi seruan yang ditunggu tidak kunjung terdengar.
Akirnya dia bangkit dan pergi ke kamar kecil dan mencuci mukanya, dengan cepat ia turun ke ruang makan untuk sarapan. Setelah itu dia pergi bersama sekelompok wisatawan untuk berkeliling, sementara itu seluruh panca ineranya dia pasang untuk menantikan saat dimana dia akan kembali mendengar lantunan seruan yang menggugahnya itu. Dia ingin meyakinkan dirinya sebelum memberitahukan wisatawan yang lain akan hal penting ini.
Kemudian rombongannya memasuki sebuah Museum Fir’aun dan di saat itu ia kembali mendengar kumandang adzan yang mengalun merdu dengan irama yang indah dari sebuah pengeras suara di museum. Neil meninggalkan rombongannya dan berdiri disamping pengeras suara itu sambil memperhatikan dengan seksama, di pertengahan adzan dia berseru memanggil temannya, “ hei, kesini, dengarkan seruan ini”.
Teman-temannya datang menghampiri dengan heran. Ketika salah seorang kelihatan akan berbicara, Neil memberi isyarat kepadanya agar diam dan mendengarkan seruan itu. Barulah setelah adzan selesai, Neil bertanya kepada mereka, “apakah kalian mendengarnya?”
“ya”, jawab mereka.
“tahukah kalian dimana aku pernah mendengarnya sebelum ini? Aku mendengarnya di permukaan bulan pada tahun 1969.”
Berserulah teman dekatnya, “Mr. Armstrong, mari kita kesana untuk bicara sebentar.” Kemudian mereka berdua pergi ke salah satu sudut & mulai bercakap-cakap tentang perasaannya yang aneh.
Tak lama kemudian Neil meninggalkan rombongannya dan mencegat taxi untuk pulang ke hotel, diwajahnya terlihat kemarahan dan emosi yg berkecamuk. “Bagaimana mungkin dia berkata bahwa aku mengada-ada dan aku telah gila?” pikirnya
Neil berdiri di kamarnya selama dua jam sambil berbaring di atas ranjang sambil menunggu-nunggu suara adzan kembali, dan saat itu terdengarlah adzan Ashar.

Allahu Akbar... Allahu Akbar...

Neil bangkit dari posisinya, berdiri lalu membuka jendela dan untuk kesekian kalinya memperhatikan seruan itu, kemudian dia berseru, “tidak,aku belum gila, aku tidak gila, aku bersumpah demi Tuhan bahwa inilah yang aku dengar di permukaan bulan.”

Neil turun ke ruang makan agak terlambat agar tidak bertemu dengan temannya.
Sampailah ketika hari liburnya berakhir, Neil beserta wisatawan lain akan pulang ke Amerika….Neil sengaja menghindari semua teman-teman seperjalannya, hingga mereka kembali ke Amerika.

Di Amerika Neil berusaha mendalami agama Islam, disaat itu ia mulai tertarik dengan Islam. Akhirnya, beberapa bulan kemudian, ia mengumumkan keislamannya, dan mengungkapkannya dalam suatu wawancara bahwa ia menyatakan masuk islam karena dia telah mendengar kumandang adzan dengan telinganya sendiri di permukaan bulan.

Asyhadu an laa ilaaha illallaah…
Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah…

Tetapi tak lama kemudian datanglah sepucuk surat dari NASA, berisi keputusan tentang pemecatannya dari pekerjaannya. Pendeknya NASA berlepas diri dan tidak mau membantu astronot yang pertama mendarat di bulan itu, karena dia menyatakan diri masuk Islam, dan menyangkal tentang terdengarnya adzan di permukaan bulan.

Neil Armstrong berseru dalam sebuah majalah mempertanyakan pertanggung jawaban mereka perihal keputusan pemecatannya, “Memang aku kehilangan pekerjaanku, tetapi aku menemukan Allah”.


Bab 11. Kisah Mengerikan di Balik Perjalanan ke Luar Angkasa


Perjalanan ke luar angkasa memang terlihat menyenangkan, tapi tahukan anda kalau perjalanan ke ruang angkasa itu sangat mengerikan ?

Berikut adalah beberapa fakta menarik begitu menyeramkan pergi ke ruang angkasa .

1. Bangkai Makhluk Hidup
Penelitian dan eksplorasi ruang angkasa telah mengorbankan sejumlah nyawa makhluk hidup, terutama hewan. Jika Anda mengira mengorbankan monyet dan anjing di lab-lab pengujian atas nama ilmu pengetahuan di Bumi, sudah cukup buruk, bayangkan hal ini.

Sejumlah misi luar angkasa awal melibatkan prosedur re-entri ke Bumi. Sayangnya, tidak seluruh pesawat ulang alik berhasil. Diperkirakan, kini banyak bangkai anjing dan simian, jenis monyet yang mirip dengan manusia, yang telah menjadi mumi terus mengorbit Bumi sampai saat ini.

2. Kebocoran Udara
Alexei Leonov merupakan kosmonot Rusia pertama yang berjalan di ruang angkasa pada tahun 1965 lalu. Sayangnya ia mengalami kebocoran udara dan bahan pakaian mengalami kaku yang tidak diantisipasi sebelumnya.

Kakunya material kostum memaksa ia berupaya kembali ke dalam kapsul dengan susah payah. Ia terpaksa harus menurunkan tekanan di dalam kostum dengan risiko bahan kostum itu menggencetnya ke dalam.

Belum selesai sampai di situ, Voskhod, pesawat yang ia tumpangi meleset dari jalur dan mendarat di pegunungan Ural. Ia terpaksa tetap tinggal di dalam kapsul ruang angkasa tersebut sampai pertolongan tiba.

3. Toilet
Pada 5 Mei 1961, astronot Alan Shepard lebih memilih untuk kencing di celana di pesawat Freedom 7 yang ia tumpangi. Andrew Chaikin, penulis khusus luar angkasa mendeskripsikan, perjalanan ke orbit demikian mengerikan.

Ia menuliskan bahwa toilet di ruang angkasa hanyalah berbentuk pembungkus seperti topi dengan lapisan perekat di pinggirnya. Astronot perlu mengoleskan atau memberikan lapisan anti kuman setelah ia buang hajat.

Nasihat para astronot bagi yang terpaksa memenuhi panggilan alam adalah: telanjang, siapkan waktu sekitar satu jam, dan bawa tisu banyak-banyak. Lakukan secepat mungkin sebelum urin membeku.

4. Dekompresi Mendadak
Tiga orang astronot Soyuz 11 tewas saat pesawat itu melepaskan tekanan udara saat akan masuk kembali ke atmosfir. Tahun 1965, seorang teknisi dari Johnson Space Center, Houston, AS berhasil hidup dan menceritakan pengalaman serupa.

Saat ia berada di ruang vakum, kecelakaan terjadi dan secara tidak sengaja, kostum luar angkasa yang ia gunakan kehilangan tekanan. Sebelum ia kehilangan kesadaran, yang ia rasakan adalah sensasi lembab yang ia rasakan di lidah terasa seperti mendidih.

Tidak seluruh pakar sepakat seputar gejala dekompresi mendadak. Akan tetapi, beberapa kemungkinannya adalah daging yang membengkak, darah menguap, bola mata meletus, dan pecahnya paru-paru.

Bab 12. Penelitian Luar Angkasa : UFO,Misteri Sepanjang Zaman
                Tujuan diadakannya penelitian ke luar angkasa adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya kehidupan makluk hidup lain selain di bumi. Berikut adalah penelitian dan penerbangan ke luar angkasa yang telah dilakukan oleh para ahli :

10 Fenomena Misteri di Luar Angkasa

1. Tabrakan Antar Galaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
2. Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979.
3. Materi Gelap (Dark Matter)
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matter benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas. LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini.
5. Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.
6. Mini Black Hole
Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
7. Neutrino
Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatan
yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari
IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.
8. Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi.
9. Radiasi Kosmik Latarbelakang
Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius).
10. Antimateri
Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.
Penerbangan Pertama ke Luar Angkasa  
12 April tahun 1961, Yuri Gagarin, seorang astronot Rusia berusia 27 tahun, membuat sejarah dengan menjadi manusia pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa. Ia mneggunakan pesawat ulang-alik  Vostok One.  Dalam waktu 89 menit, pesawat Vostok One berhasil  meninggalkan bumi dan melakukan perjalanan mengelilingi planet bumi. Yuri Gagarin sebelum mengemudikan pesawat ulang-alik adalah seorang pilot pesawat tempur. Tujuh tahun kemudian, tanggal 27 Maret 1968, Yuri Gagarin tewas akibat kecelakaan pesawat di dekat Moskow.
Apa yang mendorong misi antariksa Amerika dan Eropa untuk mencari kemungkinan kehidupan di Mars ?. Hal ini tak lain karena adanya fenomena UFO dan Crop Circle yang telah terjadi sejak 350 tahun yang lalu di Inggris.  Fenomena crop circle ini telah terjadi hampir diseluruh belahan dunia yang terdapat ladang tanaman gandum.  Demikian juga yang terjadi dirussia, fenomena tersebut juga terjadi di perladangan tanaman bunga matahari.
Teori yang mengatakan terdapat rongga diperut bumi sebagai tempat kehidupan alien ditepis oleh para ahli sehingga  fokus penyelidikan diarahkan keluar angkasa. Fokus pencarian keluar angkasa tersebut selain dilakukan dengan melakukan ekspidisi panjang pesawat luar angkasa tak berawak seperti proyek Phnonix, juga melalui teleskop kepler milik lembaga luar angkasa milik Amerika Serikat itu.
Lukisan di Gua Le Marche
Cerita tentang UFO atau Alien ini diyakini kebenarannya sehingga banyak negara maju bersedia mendanai program luar angkasanya yang menelan biaya yang sangat fantastis bagi kita. Tentunya keyakinan tersebut mempunyai alasan yang kuat. Berdasarkan temuan arkeologi yang berupa artefak dan fosil manusia yang sudah berumur jutaan tahun itu disimpulkan bahwa dari waktu kewaktu manusia mengalami perubahan genetik. Perubhan genetik tersebut ditandai dari bentuk tempurung kepala manusia yang makin lama makin membesar hingga akhirnya seperti bentuk manusia modern saat ini. Dari artefak yang ditemukan di gua le Marche, bahwa 30.000 - 45.000 tahun yang lalu manusia telah mengenal pakaian dan sepatu seperti manusia modern saat ini. Disamping itu juga ditemukan peralatan logam yang ditengarai sebagai sebuah alat yang digunakan untuk acara ritual mereka.
Demikian juga ditemukan manuskrip yang diperkirakan telah berusia 15.000 tahun dimana masyarakat India telah mengenal pesawat terbang. Disamping itu, jika kita hitung kurun waktu saat pelayaran Christoper Columbus yang menemukan benua eropa  yang menggunakan tehnologi sederhana, dalam kurun waktu kurang dari enam abad di benua yang ditemukan oleh Columbus tersebut telah menjadi negara yang mempunyai kemampuan tehnologi luar angkasa. Melihat temuan di gua le marche dan India yang mengenal adanya pesawat terbang, bukan tidak mungkin antara 30.000 sampai dengan 15.000 tahun yang lalu terjadi juga perkembangan tehnologi.





Perubahan genetik dan insting terus berkembang yang akhirnya menjadi manusia modern seperti saat ini.
Jika kita mengok teori sosiologi yang mengatakan bahwa pada dasarnya antara hewan dan manusia mempunyai naluri yang sama, hidup berkomunal, ada rasa senang dan buas serta naluri yang paling mendasar adalah mencari pangan.  Perbedaannya adalah pada insting manusia yang mengalami perkembangan sebagaimana disimpulkan dari temuan2 fosil itu. Insting manusia yang terus berkembang tersebut pada akhirnya menciptakan norma yang diakui secara bersama yang menciptakan kehidupan manusia secara damai. Norma itu pada awalnya berkembang dari aturan yang dibuat oleh yang kuat namun lambat laun mengikuti perkembangan pikiran manusia pada akhirnya narma itu didasari pada keyakinan sebagaimana kita sebut agama itu. Namun walaupun begitu, kita lihat saat ini bahwa walaupun sudah ada aturan maupun maupun norma agama, pemikiran manusia tetap tidak dapat disatukan secra utuh sehingga menimbulkan konflik yang membuat manusia saling membunuh. Konflik antar umat manusia tidak pernah dapat hilang sepanjang masa dan komflik itu makin lama makin dilengkapi persenjataan yang dapat membunuh lebih banyak lagi. Jika kita lihat sejak tahun masehi. dalam kurun waktu 2010 tahun manusia telah mengalami perkembangan yang begitu pesat baik dalam jumlah maupun tehnologi sedangkan bumi tidak mengalami perubahan volume. Inting manusia mempertahankan diri selain melengkapi dengan senjata juga mencari tempat yang aman. Kita lihat 30.000 tahun silam orang sudah mengenal pakaian ( karena norma ) di eropah, 15 000 tahun kemudia orang mengenal pesawat terbang ( pengetahuan ), mungkin saja 10.000 tahun yang lalu terjadi upaya penyelamatan diri manusia karena konflik. Bumi yang rusak ditinggalkan oleh manusia yang pada akhirnya mengalami perubahan genetik untuk penyesuaian diri dilingkungan yang baru, mungkin itulah yang kita kenal sebagai alien. Perubahan genetik juga terjadi pada binatang seperti singa laut, gajah laut atau ikan yang bernafas dengan paru2 akibat perubahan alam. Banyak sekali kemungkinannya, insting manusia terus mendorong untuk mencari tahu yang pada akhirnya manusia mencoba menjelajahi alam jagat raya setelah Christipher Columbus yang menjelajahi bumi pada pertengahan abad 15 untuk mematahkan pandangan bahwa bumi itu datar.
Keingin tahuan manusia itu juga mendatangkan banyak cerita tentang perjumpaan manusia dengan alien. Namun sulit dibuktikan kebenarannya karena banyak orang yang mengannggap cerita2 tersebut hanyalah sebuah cerita dongeng  isapan jempol. Namun jika melihat pada keyakinan manusia yang mengenal dewa, arwah, hantu atau dalam keyakinan islam adalah bangsa Jin yang dapat diajak berkomunikasi memang dipercaya bahwa ada mahluk lain selain manusia yang juga ciptaan tuhan.

Planet Mars
Perjumpaan manusia dengan alien terus berkembang dari waktu kewaktu, seperti cerita tentang mahluk yang berasal dari palnet mars tersebut telah dikenal dalam masyarakat China kuno yang meramalkan kejatuhan Dynasti Ching dan kantor berita resmi China Xinhua memberitakan adanya kunjungan UFO dilangit negeri itu selama setengah jam yang disaksikan oleh ribuan pasang mata bangsa ini. Sebuah pemberitaan Russia, Truth Report Russia memberitakan kedatangan manusia yang mengaku berasal dari planet Mars di kawasan utara negeri itu. Seorang anak yang berusia sekitar 10 tahun yang selanjutnya disebut  Borischa mempunyai intelegensia luar biasa itu tiba muncul dihadapan sekelompok orang yang sedang berkemah. Dihadapan orang2 yang sedang mengelilingi api unggun , Borischa yang muncul sekonyong2 itu membungkukan badannya dan memperkenalkan dirinya bahwa dia telah melakukan perjalanan yang jauh dari Palnet Mars menuju Bumi dengan maksud memberitahukan kehidupan penduduk di Mars serta mencertakan pengalaman perjalanannya menuju Bumi. Yang tidak dapat diterima akal sehat bahwa Borischa dapat menceritakan legenda Limoliya seperti sebuah pengalaman pribadi. Legenda Limoliya adalah legenda kuno masyarakat Russia tentang tenggelamnya sebuah kota di dasar laut 800.000 tahun silam yang diceritakan secara detail yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh seorang ahli sekalipun.
Penuturan Borischa si bocah planet, manusia planet hidup dibawah tanah mars.
Tentang bocah yang bernama Borischa yang mempunyai intelegensia luar biasa ini yang dapat menceritakan legenda limoliya bak pengalaman pribadi tersebut tersebut adalah anak sesorang pensiunan tentara dan ibu seorang dokter yang bertugas di rumah sakit sebuah pedesaan kecil di Russia yang lahir pada tanggal 11 january 1996. Pada usia 15 hari, borischa sudah dapat menengadahkan kepalanya, pada usia 1,5 tahun sudah mampu membaca berita koran. Selanjutnya Borischa cilik ini mengalamai perkembangan luar biasa tanpa diajari oleh orang tuanya. Sesuai penuturan bocah cilik ini, dia mengaku berasal dari plenet Mars dengan mengendari pesawatnya sendiri pada 800.000 tahun silam menuju bumi. Dikota Limoliya dia menjalin hubungan dengan  dengan penduduk setempat yang tewas akibat bencana yang menenggelamkan kota itu. Borischa mengaku tinggal dikota bawah tanah di Mars setelah planet itu kehilangan lapisan atmosfer akibat bencana dahsyat yang melanda planet itu. Sejak itu dia sering melakukan perjalanan dengan pesawat antariksanya seorang diri. Orang tuanya sendiri sangat heran dengan pengetahuan yang dimiliki anaknya itu tetapi akhirnya tuanya dapat mengerti bagaimana cara anaknya mendapat informasi ketepatan perhitungan pengetahuan yang tidak dimiliki oleh anak2 atau ahli sekalipun. Anak ini mempunyai kemampuan dalam penyampaian jalan pikirannya dengan bahasa2 moral yang membuat orang terkagum.
Diduga UFO
Dalam masayarakat kita yang baru-baru ini berkembang fenomena dukun cilik atau kisah Ponari yang mempunyai kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit setelah mendapat batu petir adalah bagian lain dari cerita semacam cerita bocah Borischa yang mempunyai kemampuan diluar nalar akal sehat.  Cerita bangsa Russia yang meyakini Borischa adalah titisan manusia dari manusia planet karena kemampuannya berbicara hal2 diluar kemampuan anak seusianya dipakai sebagai dasar untuk masukan penelitian di planet Mars oleh lembaga antariksa negaranya. Selain gambar-gambar yang diperoleh dari pesawat penjelajah luar angkasanya tentang keadaan planet mars, juga gambar yang diduga pesawat UFO yang berpapasan dengan pesawat antariksa NASA.
Sebuah perdaban yang hilang ditelan bencana 800 000 tahun silam dalam legenda limoliya yang dituturkan oleh bocah Borischa atau artefak le Marche yang berumur 30.000 tahun dan manuskrip di India yang berumur 15.000 tahun adalah rentetan sejarah perjalanan kehidupan yang selalu mengalami rekondisi. Jika kita lihat saat ini, penurunan tanah di Jakarta atau penurunan tanah akibat semburan lumpur lapindo dapat dihitung dari tahun ketahun. Demikian pula candi-candi yang ada sekarang merupakan penemuan dari penggalian telah memberikan gambaran kepada kita bahwa terkuburnya candi-candi yang dibangun ratusan tahun saja sudah terkubur. Artinya dalam puluhan ribu tahun atau ratusan ribu tahun alam telah mengubur banyak peradaban umat manusia dan mungkin juga apa yang dituturkan oleh borischa tersebut tak jauh berbeda dengan apa yang dialami candi borobudur milik bangsa kita.

China Ingin Kirim Manusia ke Bulan, Mars dan Venus





China berkeinginan mengirimkan orang untuk menginjakan kakinya pertama kali di Bulan. Kemudian mereka juga ingin menjelajahi Mars dan Venus. Namun semua itu masih sebuah rencana.
Tahun ini, China merencanakan pengiriman roket yang akan membawa modul berukuran kereta mobil ke orbit dan membangun blok bangunan pertama untuk stasiun ruang angkasa China. Kemudian di tahun 2013 China juga akan merealisasikan niatnya untuk meluncurkan sebuah penyelidikan bulan yang akan menetapkan penjelajah lepas di Bulan. Mereka ingin menempatkan manusia China yang menginjakan kakinya pertama kali di bulan, yang akan direalisasikan pada tahun 2020. Beberapa ahli cemas Amerika Serikat (AS) bisa menyelinap di belakang China dalam hal pengiriman manusia ke luar angkasa tersebut.

           "Kepemimpinan di ruang angkasa merupakan simbol kemampuan nasional dan pengaruh internasional dan penurunan dalam kepemimpinan ruang angkasa akan dilihat sebagai simbol dari penurunan yang relatif dalam kekuasaan AS dan pengaruhnya," ujar Mantan asosiasi administrator NASA, Pace Scott, seperti dilansir Yahoo News, Selasa (12/7/2011).

            Saat ini sebuah misi ulang-alik ruang angkasa AS akan menjadi event terakhir penjelajahan manusia ke luar angkasa. NASA akan mengakhiri program tersebut yang sudah berlangsung selama 30 tahun. Penutupan program ini ditandai dengan peluncuran Pesawat Atlantis milik NASA ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Untuk urusan penjelajahan ke luar angkasa China memang masih berada jauh di belakang AS. Tapi saat ini China membuat kemajuan yang berarti pada beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2006 saja mereka sudah melakukan penyelidikan ke bulan dan perjalanan keluar angkasa pertama kali dilakukan China pada tahun 2008.
"Salah satu keuntungan terbesar dari sistem mereka adalah adanya rencana lima tahun sehingga mereka dapat berkembang dengan baik ke depan. Mereka mengambil pendekatan step by step, meluangkan waktu mereka dan secara bertahap meningkatkan kemampuan mereka, serta menempatkan semua potongan untuk industri, ruang yang sangat mampu untuk maju,"cetus Peter Bond, konsultan editor untuk Space Systems Jane dan Industri.

            Ahli Cina percaya pendaratan di bulan pada tahun 2025 akan terjadi di awal tahun. "Probe lunar adalah titik awal untuk eksplorasi ruang angkasa secara mendalam. Pertama kita harus melakukan pekerjaan yang baik untuk mengeksplorasi bulan dan bekerja di luar teknologi roket, transportasi dan deteksi yang kemudian dapat digunakan untuk eksplorasi di masa depan yaitu ke Mars atau Venus" kata Wu Weiren, chief designer Program penjelajah bulan China, dalam sebuah wawancara 2010 yang dipasang di situs badan antariksa nasional.
Fakta Mengerikan: Yuk, Lihat Bagaimana Perjalanan ke Luar Angkasa
Anda bercita-cita untuk menjadi seorang astronot? Atau memimpikan ingin berjalan-jalan ke luar angkasa? Jangan melulu bayangkan hal yang indah-indah.
Shuttle ship launching
Tak sedikit orang yang ingin melakukan perjalanan ke luar angkasa terutama ke planet Mars.Tapi sebaiknya hal tersebut dipikir kembali, karena perjalanan ke Mars bisa melemahkan otot-otot tubuh. Para ilmuwan mengungkapkan penerbangan angkasa jangka panjang bisa menghilangkan setengah dari kemampuan otot astronotnya. Kelemahan otot ini diilustrasikan jika saat pergi seseorang berusia 30 tahun, maka saat kembali ke bumi ia memiliki otot yang lemah seperti orang berusia 80 tahun. Selain itu perjalanan luar angkasa ini juga sarat dengan bahaya. Seperti diberitakan dari Discovery, ada beberapa fakta yang “menarik” seputar kepergian ke luar Bumi itu:
Bangkai Makhluk Hidup

Penelitian dan eksplorasi ruang angkasa telah mengorbankan sejumlah nyawa makhluk hidup, terutama hewan. Jika Anda mengira mengorbankan monyet dan anjing di lab-lab pengujian atas nama ilmu pengetahuan di Bumi, sudah cukup buruk, bayangkan hal ini.
Ribuan sampah luar angkasa (Space debries) ikut mengorbit Bumi.
Sejumlah misi luar angkasa awal melibatkan prosedur re-entri ke Bumi. Sayangnya, tidak seluruh pesawat ulang alik berhasil. Diperkirakan, kini banyak bangkai anjing dan simian, jenis monyet yang mirip dengan manusia, yang telah menjadi mumi terus mengorbit Bumi sampai saat ini.
KebocoranUdara
Alexei Leonov merupakan kosmonot Rusia pertama yang berjalan di ruang angkasa pada tahun 1965 lalu.
Cosmonaut Alexei Leonov
Sayangnya ia mengalami kebocoran udara dan bahan pakaian mengalami kaku yang tidak diantisipasi sebelumnya.
Kakunya material kostum memaksa ia berupaya kembali ke dalam kapsul dengan susah payah. Ia terpaksa harus menurunkan tekanan di dalam kostum dengan risiko bahan kostum itu menggencetnya ke dalam. Belum selesai sampai di situ, Voskhod, pesawat yang ia tumpangi meleset dari jalur dan mendarat di pegunungan Ural. Ia terpaksa tetap tinggal di dalam kapsul ruang angkasa tersebut di dalam sampai pertolongan tiba. Di luar, serigala lapar sudah menunggu.
Toilet

Pada 5 Mei 1961, astronot Alan Shepard lebih memilih untuk kencing di celana di pesawat Freedom 7 yang ia tumpangi.





Urine Collection Device (UCD)
Andrew Chaikin, penulis khusus luar angkasa mendeskripsikan, perjalanan ke orbit demikian mengerikan. Ia menuliskan bahwa toilet di ruang angkasa hanyalah berbentuk pembungkus seperti topi dengan lapisan perekat di pinggirnya. Astronot perlu mengoleskan atau memberikan lapisan anti kuman setelah ia buang hajat. Nasihat para astronot bagi yang terpaksa memenuhi panggilan alam adalah: telanjang, siapkan waktu sekitar satu jam, dan bawa tisu banyak-banyak. Lakukan secepat mungkin sebelum urin membeku.
Dekompresi Mendadak
Tiga orang astronot Soyuz 11 tewas saat pesawat itu melepaskan tekanan udara saat akan masuk kembali ke atmosfir. Tahun 1965, seorang teknisi dari Johnson Space Center, Houston, AS berhasil hidup dan menceritakan pengalaman serupa.



Astronout in space
Saat ia berada di ruang vakum, kecelakaan terjadi dan secara tidak sengaja, kostum luar angkasa yang ia gunakan kehilangan tekanan. Sebelum ia kehilangan kesadaran, yang ia rasakan adalah sensasi lembab yang ia rasakan di lidah terasa seperti mendidih. Tidak seluruh pakar sepakat seputar gejala dekompresi mendadak. Akan tetapi, beberapa kemungkinannya adalah daging yang membengkak, darah menguap, bola mata meletus, dan pecahnya paru-paru.
Beginilah Caranya Gagarin Menerabas Antariksa




Manusia pertama yang mengorbit Bumi, Kosmonot Kapten Yuri Alekseyevich Gagarin
Moskwa, Russia – Semua tahu bahwa Yuri Alekseyevich Gagarin asal Rusia menjadi manusia pertama yang berhasil menerabas luar angkasa. Yuri Gagarin lahir pada 9 Maret 1934 dan menghembuskan nafas terakhir kali pada 27 Maret 1968. Lahir di Rusia, ia menjadi populer di masyarakat dunia setelah pesawat antariksa Vostok yang ia kendarai mengorbit di Bumi pada 12 April 1961. Ia meraih medali dan lambang kehormatan sebagai Pahlawan Rusia.
Kedua orangtua Gagarin, Alexey Ivanovic Gagarin dan Anna Timofeyevna Gagarina bekerja di perkebunan. Gagarin merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dan sempat merasakan penderitaan saat pemerintahan Nazi pada Perang Dunia II. Gagarin pernah menjadi wakil direktur di Cosmonaut Training Centre di Moscow. Gagarin meninggal saat kecelakaan pesawat yang ia kendarai. Tapi apakah Anda tahu bagaimana Gagarin bisa berhasil melakukan petualangan antariksanya. Situs Space.com membuat infografis yang sangat informatif terhadap upaya awal manusia untuk bisa menaklukan antariksa ini. Berikut ini keterangan dari infografis tadi:
Dengan apa?
Yuri Gagarin berhasil menembus luar angkasa menumpang pesawat luar angkasa Vostok-1. Pesawat luar angkasa ini sebelumnya telah melakukan tujuh misi ujicoba, antara lain membawa binatang dan peralatan, bahkan, beberapa kali di antaranya mengalami kegagalan.
Kapan?
Namun demikian, Vostok-1 kemudian dinyatakan siap untuk membawa manusia pertama. Pada 12 April 1961, pesawat ini diawaki oleh pilot Angkatan Udara Uni Soviet berusia 27 tahun bernama Yuri Gagarin
Apa roket yang meluncurkan Vostok-1?
Saat roket meluncur dari bumi, Vostok-1 didorong oleh roket R-7, yang merupakan misil balistik antar benua pertama di dunia. Roket ini pertama kali dikembangkan oleh Soviet , pada 1950-an untuk membawa hulu ledak nuklir dengan daya jelajah yang bisa mencapai separuh negara di bumi.
Bagaimana kondisi Gagarin saat terbang ke luar angkasa?
Setelah meluncur selama 11 menit dan 16 detik dari atas permukaan bumi, Vostok-1 melepaskan diri dari roket. Pesawat luar angkasa ini masuk dalam orbit bumi. Yuri Gagarin sendiri terikat pada sabuk pengaman di kursi lontar di dalam kabin bertekanan berukuran 2,3 meter. Kapsul tersebut dilengkap dengan beberapa tangki cadangan oksigen dan nitrogen, antena-antena, serta perangkat optik untuk melihat bumi.
Apa yang ia lakukan selama di dalam kabin?
Tak seperti kapsul luar angkasa mililk AS, seperti Mercury, pilot Vostok tidak dibebani tugas untuk mengendalikan pesawat luar angkasa. Gagarin lebih mirip sekadar menjadi penumpang. Namun dalam kondisi darurat, ia juga bisa mengendalikan pesawat ini secara manual.
Bagaimana cara Gagarin kembali ke bumi?
Setelah sekali memutari bumi pada jalur orbitnya, Gagarin kembali ke atmosfer bumi. Saat ia mendarat, Gagarin tidak berada di dalam kapsul luar angkasanya.Pada ketinggian 7000 meter di atas permukaan laut, ia melontar keluar (eject) dari kapsul dan mendarat terpisah dengan kapsul, masing-masing menggunakan parasut. Hal ini dilakukan demi alasan keamanan. Namun, hal ini dirahasiakan oleh Uni Soviet hingga bertahun-tahun, bahkan sampa beberapa dekade.
Dua Anjing Penjelajah Pertama Luar Angkasa
Tidak hanya manusia yang pernah menjelajah luar angkasa. Hewan juga pernah dikirm dalam misi penyelidikan luar angkasa. Hewan yang beruntung tersebut adalah anjing. Dua anjing dikirm dalam misi ke luar angkasa. Belka dan Strelka jadi mahluk hidup pertama yang mengelilingi orbit Bumi dan selamat.

        Bukan manusia yang tenar sebagai penjelajah luar angkasa pertama. Melainkan dua anjing Soviet, Belka dan Strelka -- 50 tahun yang lalu mereka jadi mahluk hidup pertama yang mengelilingi orbit Bumi dan kembali dengan selamat. Pada 19 Agustus 1960, Belka dan Strelka menjalani misi yang menjadi kunci persiapan penerbangan kosmonot Yuri Gagarin -- yang jadi manusia pertama di luar angkasa sekitar setahun kemudian.





Keberhasilan Belka dan Strelka merupakan tonggak kedigdayaan Soviet dalam eksplorasi luar angkasa. Dua anjing itu mendadak jadi selebritis dunia. Pada tahun 1960, para ilmuwan luar angkasa Soviet mendesain pesawat ulang alik yang mampu membawa manusia ke orbit, namun mereka harus menguji coba pesawat itu pada binatang. Dan banyak anjing mati selama masa uji coba. Para ahli saat itu memilih anjing liar, dengan pertimbangan mereka lebih tahan dalam kondisi keras, dan mereka berukuran kecil sehingga bisa masuk ke kapsul yang kecil.
Anjing pertama yang mengorbit Bumi adalah Laika. Menaiki kapsul non-ulang alik, Laika tewas karena overheating saat peluncurannya pada 1957. Dua anjing lainnya juga jadi martir pada Juli 1960 saat roket yang mereka tumpangi meledak beberapa detik setelah diluncurkan. Boris Chertok, insinyur top dalam program luar angkasa Soviet saat itu mengaku lega saat mendengar Belka dan Strelka menggonggong saat berada di orbit. Para insinyur menghela nafas lega, menyadari mereka dalam kondisi baik. "Mereka melolong, menggonggong ini berarti mereka akan kembali."
Belka (Squirrel) dan Strelka (Little Arrow) terbang bersama sekelompok hewan lainnya, curut, tikus, lalat, dan beberapa tanaman dan jamur. Pesawat mereka mendarat dengan selamat sehari setelah membuat 17 orbit dalam waktu lebih dari 25 jam.
"Anjing-anjing ini seperti profesional," kata Vladimir Tsevetov, kata salah satu insinyur -- seperti dimmuat laman Rossiya.
Laporan resmi Soviet mengklaim anjing-anjing ini dalam kondisi baik. Namun, tak semua peserta penerbangan ini bebas masalah. Belka, misalnya, ia sangat gugup selama penerbangan. "Dia sangat gelisah, meronta, dan mencoba menyingkirkan sabuk yang melilitnya, lalu menggonggong," kata Yazdovsky dalam catatan kesehatan antariksa Soviet.
Namun, pemeriksaan medis pasca penerbangan menunjukkan, kedua anjing dalam kondisi baik tanpa efek buruk dari penerbangan.

         Strelka bahkan punya enam anak, salah satunya yang diberi nama Pushinka (Fluffy), dikirim oleh pemimpin Soviet, Nikita Khrushchev untuk putri Presiden John F. Kennedy, Caroline. Kisah heroik Belka dan Strelka akan diangkat ke layar lebar tahun ini dalam tampilan 3D. Judulnya, "Belka and Strelka: Star Dogs."

Luar angkasa

Setelah tiba di luar angkasa, pesawat Moonraker 6 yang ditumpangi Bond dan Goodhead mendarat disebuah stasiun luar angkasa misterius milik Drax, yang ternyata tidak terlihat oleh radar. Menyamar sebagai teknisi Moonraker 6, Bond dan Goodhead kemudian mulai berkeliling mencari tahu isi stasiun luar angkasa tersebut. Bond mendapati bahwa ia melihat bola-bola bom seperti yang ia lihat di Venezia. Bond juga mendengar pidato Drax tentang rencananya untuk membuat sebuah ras manusia baru menggantikan umat manusia yang sekarang ada yang akan dihancurkan dengan memakai bom.
Bond dan Goodhead kemudian masuk ke ruangan pengacau radar. Dan setelah stasiun tersebut terlihat dari Bumi, pihak AS dan Uni Soviet mulai berdiskusi, bahwa di antara mereka berdua tidak ada yang saling terkait dengan stasiun luar angkasa misterius tersebut. Dari Kennedy Space Centre di Florida, NASA kemudian meluncurkan sebuah pesawat ulang alik untuk menyelidiki stasiun tersebut.
Di luar angkasa, Bond dan Goodhead berhasil ditangkap oleh Jaws, dan kemudian diserahkan kepada Drax. Drax lantas berujar bahwa apapun rencana mereka tidak akan bisa menggagalkan rencana Drax yang akan membunuh semua warga Bumi dengan 50 bom bola. Mendengar ucapan Drax, Jaws mulai berpikir bahwa ia mungkin tidak akan berguna lagi dengan adanya para manusia super buatan Drax. Jaws lantas membantu Bond untuk mengacaukan semua isi stasiun luar angkasa tersebut. Tak lama berselang pesawat ulang alik NASA tiba di tempat tersebut. Drax kemudian berencana akan menembak pesawat tersebut, tetapi Bond berhasil menggagalkannya dengan cara membuat gravitasi menjadi 0.
Setelah itu terjadilah pertarungan hebat ala film Star Wars di luar angkasa. Drax yang mencoba untuk kabur dikejar Bond, dan kemudian Bond berhasil melemparkan Drax ke luar angkasa. Setelah semuanya usai, Bond dan Goodhead kembali ke Bumi untuk mengejar tiga bom bola yang sudah diluncurkan. Mereka kemudian memakai pesawat Moonraker 5 yang dilengkapi senjata laser. Tetapi ketika Moonraker 5 bersiap lepas landas, pesawat tersebut terjepit di lorong peluncuran. Bond lantas meminta Jaws untuk membantunya, dan Jaws setuju.
Segera setelah tinggal landas dari stasiun luar angkasa yang hancur lebur, Bond dan Goodhead berhasil menemukan tiga bom bola yang sudah meluncur dan kemudian mereka juga berhasil menghancurkan tiga bom bola tersebut. Film ini berakhir dengan siaran langsung dari Kennedy Space Centre, Kremlin, dan Istana Buckingham Inggris, tapi Bond malah bertindak sebaliknya dengan mengajak Holly Goodhead bermain dipesawat yang terlihat sangat memalukan di Bumi, sampai-sampai kru NASA pun terheran-heran dengan ulah Bond.

 Robot Bionik untuk penelitian ruang angkasa
Selama ini kita lebih banyak mengenal robot dengan sosok yang dimiripkan dengan manusia. Namun ternyata robot-robot yang meniru sosok binatang lebih efektif untuk tujuan penelitian. Setelah meneliti bentuk tubuh ular atau laba-laba, para ahli robotika menyadari bentuk tubuh semacam itulah yang cocok untuk segala medan. Bahkan untuk penelitian di planet Mars, para ahli robotika dari Jerman membuat kendaraan beroda enam Sojourner yang amat stabil. Strukturnya terilhami serangga atau laba-laba yang berkaki banyak, dan stabil merambah segala medan. Memang idealnya untuk medan yang berbeda, diperlukan rancang bangun yang berbeda pula. Demikian diungkapkan Frank Kirchner dari perhimpunan ahli matematika dan pengolah data dari Sankt Augustin-Jerman.
Sejak akhir bulan April lalu Kirchner melakukan ujicoba robot berkaki delapan yang diberi nama Skorpion. Robot sepanjang 30 sentimeter ini memang hanya separuh ukuran Sojourner. Tapi disebutkan lebih tangguh menjelajahi permukaan Mars yang kasar dan berbatu. Di lembaga penelitian milik lembaga luar angkasa AS-NASA di California, robot berkaki delapan yang dibuat dari serat karbon, terbukti mampu mengarungi medan berbatu atau padang pasir, yang tidak mungkin dilalui wahana beroda. Untuk menambah ketangguhannya, pada robot Skorpion dipasangi chips kecerdasan buatan. Jika kontak gelombang radio dengan Bumi terputus, robot tsb akan terus melaksanakan kegiatannya.
Data-data yang dikumpulkan akan dikirimkan jika kontak dengan Bumi tersambung kembali. Di masa depan, robot-robot semacam itu akan memainkan peranan penting dalam penelitian ilmiah baik di Bumi maupun dalam missi luar angkasa. Untuk ekspedisi penelitian planet Mars dari tahun 2003 sampai 2007 direncanakan mengirimkan armada robot Skorpion semacam itu. Robotnya akan dikendalikan oleh semacam induk Skorpion merupakan perangkat komputer pusat, yang menampung seluruh data yang dikumpulkan anak-anaknya. Dalam ujicoba berat di gurun Mojave di California, robot Skorpion yang dilengkapi panel surya harus mampu melakukan operasi sejauh 40 kilometer dari robot induk. Selain itu untuk pertama kali operasinya samasekali tidak akan melibatkan manusia.
Selama beberapa pekan, robot-robot kecil berkaki delapan itu hanya akan dikendalikan oleh robot induk. Para pakar hanya akan memantau ujicobanya, akan tetapi tidak aktif mengendalikannya. Jika robot-robot skorpion itu terbukti lulus ujicoba, berarti tidak ada lagi halangan untuk mengoperasikannya dalam misi berat di planet Mars. Selain robot yang bisa merayap atau melata, robot yang bergerak dengan cara melompat seperti kodok atau kanguru juga menjadi fokus penelitian. Dalam missi penelitian di berbagai planet dalam Tata Surya yang gravitasinya lebih lemah dari gravitasi Bumi, gerak melompat amat menghemat energi. Seperti diketahui, salah satu kunci keberhasilan misi luar angkasa adalah, memanfaatkan energi sehemat mungkin untuk memperoleh data sebanyak mungkin.
Hambatan terbesar dalam penelitian menggunakan robot bionik semacam itu, adalah pada saat pendaratannya di planet yang akan diteliti. Robot bionik harus mampu bertahan dari impak pendaratan, sekaligus dari temperatur dan gaya gravitasi ekstrim. Memang dengan mengirimkan armada robot peneliti berukuran kecil, kerusakan beberapa buah robot tidak menjadi hambatan besar. Namun para ahli memimpikan robot-robot pintar, yang mampu mereparasi robot yang rusak atau mengatasi kerusakan pada dirinya sendiri. Untuk mewujudkan impiannya, para ahli robotika NASA membuat proyek yang memanfaatkan teknologi Nano yang diberi nama ANTS. Bekerjasama dengan laboratorium pengembangan kecerdasan buatan di Institut Teknologi Massaschussets, dirancang robot-robot Nano, yang mampu bertindak sebagai pabrik dan bengkel sekaligus.
Selain itu juga mampu mencari material yang dapat digunakan untuk memperbaiki kerusakan. Proyeknya diduga baru menunjukan hasil tahun 2020. Dengan mengerahkan armada robot pintar yang memiliki perilaku sosial, para ahli di NASA mengharapkan penelitian di planit Jupiter, Uranus dan Neptunus dalam lebih diintensifkan. Dengan meniru perilaku sosial pada semut, robot-robot bionik tsb akan melacak sumber energi dan sumber material, agar dapat mempertahankan kehidupannya. Tahap selanjutnya, robot-robot pintar itu dapat diprogram untuk membangun permukiman bagi manusia, yang akan datang ke planet tersebut. Inilah impian utopis, yang hendak diwujudkan dengan bantuan robot bionik pintar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar