Bab 1. Berlomba ke Ruang Angkasa
Perang dingin
memicu perlombaan misi ke ruang angkasa. Di Asia, China dan India terdepan. Tatkala Neil Armstrong bergerak di antara
kaki-kaki modul bulan Eagle, dia melayang di gravitasi nol. Setelah enam jam
menunggu, dia turun ke cekungan Mare Tranquillitas. Kakinya lalu menginjak
Bulan, yang dulu hanya bisa dipandangi takjub warga Bumi.
“Ini langkah
kecil bagi seorang lelaki, tapi langkah raksasa untuk umat manusia,” kata
Armstrong, didengarkan oleh 500 juta pemirsa televisi di bumi secara langsung
pada 20 Juli 1969.
Menyusul
Armstrong, turun Buzz Aldrin. Dia melayang limbung. Mereka berdua menancapkan
bendera Amerika Serikat di Bulan. Di dataran tandus tanpa oksigen keduanya
menghabiskan waktu dua setengah jam. Dalam rekaman video, terlihat salah satu
astronot berlari-lari. Mungkin gembira merasakan sensasi tanpa bobot.
Misi Apollo 11,
yang membawa Armstrong dan Aldrin ke Bulan, adalah pencapaian luar biasa bagi
upaya manusia di luar angkasa. Inilah yang membuat AS lebih unggul dari Rusia
yang kala itu masih berikhtiar mengirim kosmonaut mereka ke Bulan.
Di era perang
dingin, kedua negara ini bersaing keras. Mereka ingin terdepan dalam soal
teknologi antariksa. Tapi pertarungan keduanya, juga membuka jalan kompetisi
antar negara lain di dunia. Semua
berlomba menjangkau jarak terjauh di tata surya.
Dalam soal ini,
negara penghasil pesawat ulang-alik, dan satelit, harus berterima kasih kepada
Jerman di Perang Dunia II. Tentara Nazi lah pada pertengahan 1930an
mengembangkan roket balistik yang mampu terbang hingga ke luar angkasa.
Roket bernama
Aggregate-4 (A-4) diuji coba pada 1942 dan 1943 itu, lalu diproduksi massal
oleh Nazi dan diberi nama Vergeltungswaffe 2 (senjata pembalasan), atau lebih
dikenal sebagai V2. Roket Jerman itu mampu melontarkan rudal balistik V2. Hulu
ledaknya berbobot 1.130 kg, kecepatan 4.000 km per jam. Senjata ini digunakan
Jerman menghajar Inggris dan Eropa Barat, yang dikuasai sekutu dari 1944 hingga
1945.
Setelah perang
berlalu, tiga negara, yaitu AS, Soviet dan Inggris, berlomba merekrut anggota
tim riset persenjataan Jerman. Sejak saat itu, roket V2 menjadi dasar rancangan
awal roket antariksa AS dan Soviet. V2 juga menjadi pembuka jalan bagi
teknologi antariksa lainnya yang lebih canggih.
Perang Dingin
Pada masa Perang
Dingin 1947 sampai 1991, kompetisi teknologi antariksa antara AS dan Soviet
kala itu kian memanas.
Pada 1957,
Soviet unggul dengan satelit sederhana prosteishy sputnik (PS-1). Empat tahun
kemudian, Soviet juga melampaui AS, mengirimkan Yuri Gagarin mengorbit bumi.
Dialah manusia pertama ke luar angkasa,
menggunakan pesawat ulang-alik Vostok 1. Sejak inilah istilah kosmonaut
dikenal. Dalam bahsa Rusia, Kosmonaut berarti “pelaut semesta.”
Tertinggal tiga
pekan, awal Mei 1961, AS mengirimkan astronot pertama mereka, Alan Shepard ke
luar angkasa. Alan menumpang kapal ulang-alik Freedom 7. Kata astronot diambil
dari bahasa Yunani, berarti “pelaut bintang.” Setahun kemudian, barulah AS
mengirimkan John Glenn, astronot AS pertama mengorbit bumi.
Persaingan kian
tajam, ketika Presiden AS kala itu John F Kennedy menyetujui misi mencapai
Bulan, atau dikenal program Apollo. Tekad Kennedy adalah menerbangkan manusia
ke bulan sebelum abad ke 20 berakhir. Apollo 11 inilah yang mengantarkan
Armstrong dan Aldrin ke Bulan.
Tak hanya Soviet
dan AS yang bertarung. Sejumlah negara-negara Eropa juga turut serta.
Katakanlah, Jerman yang sukses menerbangkan satelit AZUR pada 8 November 1969,
menggunakan roket Scout-B buatan AS.
Lalu, ada
Prancis yang merancang roket Veronique yang melesat pada 1957. Pada
kepemimpinan Charles De Gaulle di 1958, teknologi antariksa Prancis mendapatkan
tempat prioritas pada salah satu program pemerintah.
Jika AS dan
Soviet bersaing soal siapa lebih unggul, di Eropa ada Prancis dan Jerman yang
berlomba menghasilkan teknologi tercanggih. Menurut bocoran kabel diplomatik
Kedutaan Besar AS di laman WikiLeaks, kedua negara itu bersitegang dalam bidang
ini.
Dilansir dari
CNN, Januari 2011, Dubes AS mengatakan intelijen dan badan antariksa Jerman
menuding Prancis punya itikad jelek. Selain itu, rencana lobi Prancis ke AS
untuk pembuatan satelit juga dibongkar oleh Jerman.
Persaingan ketat
antara negara-negara maju itu menimbulkan kekhawatiran baru. Siapa akan
menguasai Bulan? Siapa pemilik antariksa? Dan apakah orbit akan menjadi tempat
negara maju meletakkan senjata mereka?
Untuk itulah,
pada 27 Januari 1967 Amerika Serikat, Inggris dan Rusia meneken Traktat Luar
Angkasa, atau Traktat Prinsip Pengaturan
Aktivitas Negara-negara Dalam Eksplorasi dan Penggunaan Luar Angkasa, termasuk
Bulan dan Benda-benda Langit Lainnya. Pada Oktober 2011, ada 100 negara
tergabung dalam traktat ini. Sementara itu 26 negara lainnya belum
meratifikasi.
Menurut traktat
itu, luar angkasa dan seluruh benda angkasa adalah warisan bersama umat manusia
(Common heritage of mankind), jadi harus dipergunakan dan dimanfaatkan untuk
kebaikan manusia. Bulan dan seluruh
benda di angkasa harus bebas dieksplorasi negara manapun tanpa diskriminasi.
Orbit bumi juga tak boleh dipergunakan untuk menempatkan senjata nuklir.
Asia di mana?
Di Asia, China
boleh dibilang paling awal menengok potensi luar angkasa. Mereka menerbangkan
satelitnya sejak 24 April 1970. Mereka sangat intens. Dari 1970 hingga akhir
2001, China telah meluncurkan 50 satelit. Tingkat keberhasilannya hingga 90
persen. Sejak 1986, China menjual pesawat ulang-alik untuk para pemilik
satelit. Bisnis ini cukup laris, karena
kala itu industri kapal antariksa AS dan Eropa tengah mandek.
Kemajuan China
paling gemilang adalah pada 2003, saat meluncurkan pesawat Shenzou 5 yang
diawaki oleh seorang astronot. Dengan ini, China adalah negara ke tiga di
dunia, setelah AS dan Rusia, yang menerbangkan manusia ke luar angkasa. Misi
ini diulangi pada 2005 dan 2008.
Pada September
tahun ini, teknologi China meningkat pesat dengan mengirimkan modul
laboratorium angkasa Tiangong-1 ke luar angkasa. Lab ini digabungkan secara
otomatis di orbit bumi dengan pesawat ulang alik Shenzou 8. Ini adalah tahap
kedua dari tiga tahap ambisius China untuk membuat stasiun seberat 60 ton di
luar angkasa.
Stasiun China
ini jauh lebih ringan dibandingkan stasiun luar angkasa internasional milik AS,
Rusia, Eropa, Kanada dan Jepang, yang berbobot hingga 400 ton.
Selain China,
India juga maju dalam teknologi antariksa. Dimulai pada 1960an, India sudah
menerbangkan roketnya di atas Kerala. Pada kepemimpinan Vikram Sarabhai, bidang
antariksa India semakin maju pesat. Termasuk pemakaian satelit komunikasi dan
pemantau udara.
Pada Oktober
2008, India mulai berkelana ke ruang angkasa. Mereka mengirimkan pesawat
ulang-alik nirawak, Chandrayaan-1 ke Bulan.
Organisasi Riset
Antariksa India (ISRO) telah merencanakan misi kedua mereka ke bulan pada 2013.
Target mereka pada 2016 adalah mengirimkan astronot ke Bulan. Bahkan saat ini
ISRO tengah mempersiapkan misi selanjutnya ke Mars.
Selain kedua
negara itu, Jepang juga patut diperhitungkan dalam soal antariksa. Jepang belum
meluncurkan misi ulang-alik apapun, namun telah mengembangkan satelit pengintai
untuk memantau aktivitas musuh mereka, Korea Utara, sejak 1998. Jepang
khawatir, Korut memiliki rudal nuklir yang akan digunakan menyerang mereka.
Selain ketiga
negara ini, beberapa negara lainnya di Asia juga sudah mulai meningkatkan
teknologi antariksa mereka. Sebut saja Korea Utara yang telah beberapa kali
meluncurkan satelit ke luar angkasa. Korea Selatan adalah pemain baru, tapi
satelit pemantau militernya tak bisa dianggap enteng. Malaysia bahkan sudah
mulai mengembangkan satelit mereka sendiri, dan merencanakan peluncuran
fasilitas luar angkasa nirawak di masa depan.
Indonesia?
Di jagad
teknologi antariksa, Indonesia boleh dibilang lumayan di kawasan Asia Tenggara.
Tercatat, Indonesia adalah negara pertama meluncurkan satelit buatan dalam
negeri, yaitu Palapa, pada 8 Juli 1976. Soewarto Hardhienata, Deputi Teknologi
Dirgantara Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), mengatakan kala
itu Indonesia adalah negara ketiga yang punya satelit domestik, setelah AS dan
Kanada.
“Posisi
Indonesia di dunia, dalam bidang teknologi antariksa, berada di tengah-tengah.
Di ASEAN kita lebih unggul, tapi kalau di Asia kita kalah dengan Jepang, India
dan China,” kata Soewarto kepada VIVAnews, Kamis 8 Desember 2011.
Selain Palapa,
Lapan terus mengembangkan generasi baru satelit pencitraan. Pada 2007 lalu,
Indonesia meluncurkan satelit kelas mikro berbobot 70 kg, dengan nama
Lapan-Tubsat atau satelit Lapan-A1. Satelit Lapan-Tubsat ini dikembangkan
dengan kerjasama Lapan dengan Technishe Universitaet Berlin Jerman. “Satelit
ini digunakan untuk pengamatan permukaan bumi,” kata Soewarto.
Ke depannya,
Soewarto menuturkan, Indonesia punya dua satelit lagi yang akan diluncurkan
pada 2012 dan 2013. Yaitu, satelit kedua adalah Lapan-Orari. “Satelit ini unutk
pengamatan bumi, monitoring kapal dan komunikasi bantuan bencana,” jelas
Soewarto. Satelit ketiga adalah Satelit
Lapan-IPB, untuk untuk penginderaan jauh untuk program ketahanan pangan.
Dalam bidang
persatelitan, Indonesia bisa diadu. Namun soal teknologi roket, Indonesia jauh
tertinggal. Selama ini, peluncuran satelit dilakukan dari India yang memiliki teknologi satelit dan landasan
peluncur roket.
Pengetahuan soal
pembuatan roket, kata Soewarto, adalah pengetahuan mahal dan tidak bisa
ditransfer begitu saja. Pengatur beredarnya pengetahuan itu salah satunya
adalah Missile Technology Control Regime (MTCR) yang beranggotakan 34 negara
pemilik pengetahuan roket. Berdasarkan peraturan di rezim tersebut, pengetahuan
roket tidak boleh ditransfer ke negara-negara berkembang.
Namun, saat ini
Lapan tengah mengembangkan teknologi roketnya sendiri. Teknologi dikembangkan
Lapan adalah meningkatkan kemampuan roket Sonda daya jangkau RX-250 sejauh 60
km untuk mencapai daya jangkau RX-550 sejauh 200-300KM. Roket ini nantinya
dapat dimanfaatkan untuk keperluan pertahanan.
Bab 2. Penelitian planet Mars
Sudah tidak asing lagi mendengar banyaknya
misteri di planet Mars yang mengundang banyak perhatian para Ilmuan maupun para
pembaca seperti kita. Namun dari sekian banyak misteri planet Mars tersebut ada
beberapa fakta yang harus kita ketahui. Apa saja fakta planet mars tersebut?
Inilah jawabannya!
1.
Planet Mars memiliki gunung terbesar di seluruh sistem tata surya
Gunung tersebut dinamakan “Olympus Mons” dan
berupa gunung yang tidak aktif. Tingginya 15.5 mil dengan diameter 372 mil.
Sebagai perbandingan, tinggi Gunung Everest sekitar 5 mil. Planet Mars juga
memiliki jurang terbesar di sistem tata surya kita yang disebut “Valles
Marineris” dengan panjang 2500 mil dan kedalaman 4 mil. Olympus Mons dilihat
dari atas
2.
Orang-orang selalu berpikir tentang kehidupan di Planet Mars karena keberadaan
kanal yang terlihat pertama kali oleh astronom
Inilah sebabnya kenapa orang-orang selalu
berpikir serangan makhluk luar angkasa berasal dari sini, dan bukan di Planet
Jupiter atau Venus. Sebenarnya, Planet Mars merupakan salah satu planet yang
sulit dihuni karena suhunya yang membeku, angin matahari dan hampir tidak ada
atmosfer. Kanal yang terlihat oleh astronom pada awal-awal pengamatan berbentuk
garis lurus yang diyakini para ahli terdapat air di sana. Kanal di Planet Mars
Kanal di Planet Mars
3.
Planet Mars dinamakan berdasarkan Dewa Perang Romawi karena warnanya yang merah
mengingatkan pengamat akan warna darah
Planet Mars berwarna merah disebabkan oleh
tanahnya yang terdiri dari oksida besi yang biasa kita sebut dengan karat.
Planet Mars dilihat dari teleskop Hubble
4.
Dibandingkan dengan planet lain di tata surya kita, Planet Mars terhitung
sebagai planet yang kecil
Ukurannya sekitar setengahnya dari ukuran
Planet Bumi. Planet Mars memiliki sepertiga grafitasi bumi, yang artinya Anda
dapat loncat tiga kali lebih tinggi dari pada lompatan anda di bumi.
5.
Pada tahun 1970-an, orbiter Viking mengambil gambar sesuatu yang terlihat sebagai
gambar muka raksasa dan bentuk piramida di permukaan planet daerah Cydonia
Gambarnya terlihat seperti Sphinx di Mesir
dan memiliki tinggi 2000 kaki. Penemuan ini membuat para pengamat UFO tertarik,
tetapi para peneliti menyatakan bahwa itu hanya sekedar kikisan atau gundukan
tanah. Banyak orang yang masih berpikir kalau bentuknya terlalu simetris, dan
menganggap itu merupakan bukti keberadaan makhluk asing kuno.
6.
Planet Mars memiliki cuaca yang paling ganas di sistem tata surya kita
Di sana terdapat badai angin yang ganas,
badai debu dan tornado kecil. Pada tahun 2001, badai debu yang sagat besar
menutupi seluruh permukaan planet selama beberapa hari menurut di bumi.
Peneliti agak bingung mengapa planet dengan sedikit atmosfer dapat memiliki badai
seperti itu. Mereka tidak tau apa yang menyebabkan badai, tetapi di sana
terdapat lebih banyak badai ketika Planet Mars lebih dekat dengan matahari. Dan
pada ujung bagian lebih jauh dari orbit, terdapat awan es yang terbuat dari
karbondioksida dan debu. Ini juga merupakan hal yang aneh mengingat Planet Mars
tidak terdapat permukaan air.
7.
Telah dilakukan pencarian kehidupan di Planet Mars dan juga pencarian air
Setelah bertahun-tahun penelitian untuk
setiap retakan di permukaan planet sebagai bukti dari keberadaan air, para
peneliti akhirnya menemukannya. Misi Phoenix menemukan bahwa terdapat endapan
es dalam jumlah besar di bawah permukaan planet.
8.
Planet Mars memiliki dua bulan, dan salah satunya memiliki peluang untuk
bertabrakan dengan Planet Mars
Salah satu bulannya, yaitu Phobos, memiliki
orbit yang dekat dan membahayakan Planet Mars. Suatu hari, gaya grafitasi akan
menariknya dan menabrak Planet Mars. Serpihannya akan tetap berada di orbit
Planet Mars dan membuat cincin seperti di Planet Saturnus. Pada akhirnya,
serpihan tersebut akan jatuh ke permukaan Planet Mars. Para peneliti tidak tahu
hal tersebut akan terjadi kapan, tetapi mereka memprediksikan akan terjadi
sekitar 50 tahun lagi.
9.
Hanya 1/3 dari seluruh misi ke Planet Mars yang sukses
Banyak misi ke Planet Mars yang hilang begitu
saja yang membuat para peneliti berpikir ada sesuatu yang aneh terjadi. Mereka
juga berpendapat bahwa Planet Mars dapat dikatakan sebagai “Segitiga Bermuda”
di sistem tata surya kita.
Bab 3. Penelitian
Luar Angkasa : Galaksi
Sekelompok
peneliti dari kalangan astronom berhasil menemukan galaksi terbesar yang
diklaim terbesar di alam semesta. Mereka menemukannya saat melakukan observasi
menggunakan teleksop di pegunungan Atacama, di Chili.
Disebut sebagai galaksi
terbesar di alam semesta, pasalnya galaksi ini mempunyai jarak sekira tujuh
miliar tahun cahaya atau setara dengan dua juta miliar massa matahari. Tidak
hanya itu, galaksi ini merupakan struktur yang paling stabil di dalam tata
surya.
Dikalangan penemu,
galaksi ini diberi nama "El Gordo" atau yang dalam bahasa Spanyol
berarti "Si Gemuk". Alasan El Gordo semakin membesar karena saat ini
tengah menjalani penggabungan (merger) dan berkembang lebih besar. Kalangan
astronom sendiri berharap dapat lebih memahami bagaimana mereka membentuk,
tumbuh dan bertabrakan dengan satu sama lain.
Dilansir
BBC.co.uk, Kamis (12/1/2012), proses terbentuknya si Gemuk ini sama seperti
galaksi lainnya, merupakan hasil dari superlatif banyak kosmik yang muncul dari
peristiwa tabrakan satu sama lain dalam kecepatan tinggi di alam semesta.
Para peneliti
itu menyatakan, dengan melihat dan memahami sifat dari El Gordo, manusia mampu
memahami evolusi waktu pembentukan struktur alam semesta.
Bab 4. Penelitian planet Pluto
Teleskop luar
angkasa Hubble baru-baru ini menemukan bukti keberadaan molekul organik, yang
mengandung karbon pembentuk kehidupan. Pengamatan Hubble tersebut, menunjukkan
bahwa ada beberapa zat pada permukaan Pluto, yang menyerap lebih banyak cahaya ultraviolet.
Zat itu masih
menjadi pertanyaan, namun ada kemungkinan merupakan zat organik, bisa juga
berupa senyawa hidrokarbon atau nitrogen yang mengandung molekul-molekul.
"Ini adalah
temuan yang menarik karena senyawa hidrokarbon dan molekul lain yang menyerap
ultraviolet, yang kami termukan lewat Hubble, mungkin saja berperan dalam
membuat warna Pluto terlihat kemerahan," kata ALan Stern, dari Southwest
Research Institue.
Pluto
mengelilingi matahari dalam cincin es yang disebut Sabuk Kuiper. Banyak objek
Sabuk Kuiper lainnya yang cukup merah. Para peneliti sebelumnya telah
berspekulasi bahwa suatu zat organik berperan dalam menimbulkan warna merah
itu. Demikian diwartakan Livescience, Jumat (23/12/2011).
Stern dan
rekan-rekannya juga menemukan bahwa spektrum ultraviolet Pluto telah berubah
dibandingkan dengan pengukuran Hubble selama 1990an. Perbedaan-perbedaan yang
ditemukan melalui Cosmic Origins Spectograph dalam Hubble, berhubungan dengan
perubahan medan magnet. Ada juga kemungkinan bahwa peningkatan tekanan atmosfer
Pluto memicu perubahan di permukaannya.
"Penemuan
kami melalui Hubble ini, mengingatkan kita bahwa penemuan yang lebih menarik
tentang komposisi Pluto, dan evolusi permukaannya akan telah tersedia saat New
Horizon, pesawat NASA tiba di Pluto pada 2015," tandas Stern.
Bab 5. Penelitian
Asteroid dekat Bumi.
Sejak lama para ahli astronomi mencermati
keberadaan asteroid yang merupakan pecahan materi purba sistem Tata Surya.
Asteroid adalah benda langit yang komposisinya terdiri atas batuan atau logam
dan mengorbit matahari, namun terlampau kecil untuk disebut planet. Asteroid
dijuluki planet mini dan diameternya biasanya kurang dari 1000 kilometer.
Sebagian besar berada di sabuk asteroid yang membentang diantara planet Mars
sampai ke planet Yupiter sejarak dua sampai empat unit astronomi dari Matahari.
Satu unit astronomi setara dengan jarak 150 juta kilometer. Sabuk asteroid ini
juga mencakup Bumi kita, karena letaknya berada di antara Mars dan Yupiter.
Asteroid dekat Bumi merupakan obyek yang paling sering dijadikan penelitian.
Terobosan ilmiah terpenting dicapai tanggal 14 Februari lalu, ketika wahana
penelitian ruang angkasa Shoemaker, berhasil mendarat di permukaan sebuah
asteroid kecil yang diberi nama Eros. Asteroid ini bentuknya seperti kentang
raksasa, panjangnya sekitar 33 kilometer, dan lebar serta tebalnya 13
kilometer, mengorbit pada jarak 316 juta kilometer dari Bumi.
Wahana penelitian ruang angkasa Shoemaker
sebetulnya dirancang untuk mengawasi asteroid lainnya yang diberi nama
Mathilde. Diluncurkan pada tanggal 17 Februari 1996, wahana penelitian
Shoemaker melakukan orbit di asteroid Mathilde sekitar bulan Juni tahun 1998.
Misi penelitian angkasa luar yang diberi nama "pertemuan dengan asteroid
dekat Bumi"-NEAR itu kemudian diarahkan ke asteroid bernomor 433, yakni
Eros. Bonus ilmiah ternyata menunggu di asteroid yang ukurannya relatif besar
ini. Eros memberikan data sepuluh kali lebih banyak ketimbang yang diduga para
ahli. Dr. Robert Farquhar, direktur laboratorium fisika terapan di universitas
John Hopkins yang menjadi pimpinan misi NEAR mengatakan, sebelumnya misi
penelitian itu tidak direncanakan mendarat di permukaan Eros.
Namun
setelah penelitian selama beberapa tahun, dengan data lebih lengkap dari
perkiraan semula, disepakati misi yang riskan tsb. Penetapan tanggal 14
Februari sebagai hari pendaratan, adalah hasil perhitungan matematis dari
posisi Eros dan wahana penelitian Shoemaker. Sebetulnya tidak ada risiko
kerugian mendaratkan Shoemaker di permukaan Eros. Sebab dalam waktu tidak lama
lagi, Shoemaker akan kehabisan energinya dan akan hilang di luar angkasa,
menjadi asteroid baru buatan manusia. Daripada hilang begitu saja, para ahli
memutuskan mendaratkannya di permukaan Eros. Rupanya perhitungan para ahli kali
ini juga keliru. Mereka menyangka wahana penelitian Shoemaker akan hancur
berkeping-keping menabrak permukaan Eros. Nyatanya Shoemaker mendarat dengan
mulus.
Sejauh ini sedikitnya 160.000 gambar sudah dikirimkan Shoemaker ke pusat pengendali di Bumi. Dengan pendaratan di Eros, para ahli bahkan memiliki gambar rinci dari permukaan asteroid. Pemotretan jarak dekat dari ketinggian hanya beberapa ratus meter sebelum mendarat, menghasilkan gambaran resolusi tinggi. Dengan menganalisis gambar-gambar yang kualitasnya prima, diharapkan sifat asteroid dapat diketahui lebih banyak lagi. Eros yang merupakan asteroid logam, menunjukan adanya kawah-kawah kecil serta batuan yang kelihatannya mengalami erosi.
Sejauh ini sedikitnya 160.000 gambar sudah dikirimkan Shoemaker ke pusat pengendali di Bumi. Dengan pendaratan di Eros, para ahli bahkan memiliki gambar rinci dari permukaan asteroid. Pemotretan jarak dekat dari ketinggian hanya beberapa ratus meter sebelum mendarat, menghasilkan gambaran resolusi tinggi. Dengan menganalisis gambar-gambar yang kualitasnya prima, diharapkan sifat asteroid dapat diketahui lebih banyak lagi. Eros yang merupakan asteroid logam, menunjukan adanya kawah-kawah kecil serta batuan yang kelihatannya mengalami erosi.
Data baru itu tentu saja amat berharga bagi
para ahli. Sebab sejauh ini diduga tidak ada erosi di permukaan asteroid,
karena tidak adanya atmosfir maupun gaya tarik. Nyatanya di Eros terlihat
adanya jejak erosi. Diduga badai matahari yang memancarkan debu kosmiklah yang
menggerus permukaan asteroid. Kawah-kawah kecil diduga akibat tabrakan dengan
benda langit lainnya. Pengamatan dari permukaan sebuah asteroid diharapkan
memberikan data lebih akurat menyangkut komposisi fisik dan geologinya. Selain
itu akan dikethaui lebih jelas hubungan antara asteroid, komet dan meteorit.
Dan yang paling mendasar adalah untuk mengetahui lebih jauh mengenai bagaimana
dan dalam kondisi seperti apa sebuah planet terbentuk dan berkembang.
Dalam beberapa hari ini ribuan gambar baru
sudah dikirimkan wahana penelitian Shoemaker ke Bumi. Para ahli memang tidak
dapat meramalkan, sampai kapan mereka masih dapat menjaga kontak dengan
Shoemaker. Namun disebutkan, misi penelitian Eros menggunakan wahana Shoemaker
meningkatkan secara dramatis pengetahuan mengenai asteroid. Data yang
dikirimkan merupakan landasan berharga bagi misi sejenis di masa depan.
Sasarannya tentu saja untuk mengetahui asal-usul alam semesta.
Bab 6. Penelitian Luar Angkasa : Ditemukan Planet Mirip Bumi yang Layak
Huni
Hasil
pengamatan obstarium MW keck di Hawai, Amerika Serikat, selama 11 tahun membuahkan
hasil. Para ilmuwan menemukan sebuah planet yang mirip dengan Bumi. Planet
itulah kemungkina bisa di huni manusia.
Seperti yang
dilansir Telegraph.co.uk, 29 september 2010, sebuah tim ‘pemburu planet’
menamai planet yang mirip dengan Bumi itu dengan sebutan Gliese 581g.
Planet yang
ukurannya hampir sama dengan Bumi itu mengorbit dan berada di tengah ‘zona huni
perbintangan’. Peneliti juga menemukan zat cair dapat eksis di permukaan planet
itu.
Ini akan
menjadi planet paling mirip dengan Bumi yang pernah ditemukan sebelumnya. Ini
juga planet pertama yang paling berpotensi dihuni manusia.
“temuan kami
ini sangat menarik dan menawarkan kemungkinan bahwa planet ini berpotensi untuk
dihuni,” kata Profesor Steven Vogt di University of California.
Sebelumnya,
Badan Antariksa NASA juga menemukan planet mirip Bumi, Kepler 9. Gliese 581g
ditemukan berdasarkan observasi yang dilakukan menggunakanteknik tercanggih
yang dikombinasikan dengan teleskop ‘kuno’. Yang paling menarik dari palet
Gliese 581g ini adalah, dia memiliki massa 3-4 kali dari bumi dan periode orbit
hanya dibawah 37 hari. Volume massa itu menunjukan bahwa planet itu kemungkinan
merupakan planet berbatu dengan permukaan tertentu. Itu juga menunjukan bahwa
planet itu memiliki garvitasi yang cukup.
Gliese 581g
terletak dengan jarak 20 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya berada di konstelasi
Libra. Posisi planet itu, satu sisi selalu menghadap bintang dan memiliki suhu
panas yang memungkinkan manusia untuk berjemur secara terus menerus di siang hari.
Di bagian samping yang menghadap jauh dari bintang, berada dalam kegelapan yang
terus menerus.
Para
peneliti memperkirakan rata-rata suhu permukaan palent itu antara -24 dan 10
derajat Fahrenheit atau -31 sampai -12 derajat Celcius. Suhunya akan sangat
terik saat posisisnya menhadap bintang dan bisa terjadi pembekuan saat sedang
gelap.
Menurut
profesor Vogt, gravitasi dipermukaan planet ini hampir sama atau lebih tinggi
dari Bumi. Sihingga orang dapat dengan mudah berjalan tegak di planet ini.
“faktanya kami mempu mendeteksi planet itu begitu cepat dan sangat dekat. Ini
memiliki arti bahwa planet seperti ini benar-benar berciri umum seperti Bumi”
jelasnya.
Prof Vogt
dan Paul Butler, dari Carnegie Institution di Washington, mengatakan temuan-temuan
baru tim itu dilaporkan dalam sebuah makalah yang akan diterbitkan dalam jurnal
Astrophysical.
Bab 7. Penyelidikan Bulan
Dalam usaha menggali misteri alam semesta yang
maha luas ini, kita berbekal ilmu-ilmu: matematika, fisika, kimia, dan sejarah
untuk menganalisis sahaya dari bintang, atau bintang-bintang yang kita survei.
Alat-alat yang terutama kita pakai adalah teleskop, baik teleskop refraksi atau
teleskop refleksi.
Alat-alat lain yang perlu disebutkan di antaranya
spektroskop, berguna untuk memisahkan sinar cahaya dari benda jauhagar dapat
dipelajari besarnya. Spektoheliograf, berguna untuk mengetahui komposisi
matahari. Spektograf, suatu kamera otomatis yang sering digunakan pada roket
atau satelit buatan untuk mengirimkan gambar yang dipotret ke bumi.
Dari ilmu-ilmu dari alat-alat tadi, orang dapat
menyimpulkan bahwa bintang-bintang di alam semesta ini merupakan reaksi proses
termonuklir yang melepaskan panas/energi ke alam bebas, dan semua benda-benda
di alam semesta ini merupakan asosiasi mineral yang bergerak dengan proper
motion menurut garis lurus atau garis melingkar.
Benda-benda yang bergerak dengan proper motion
adalah meteor dan galaksi. Keduanya dapat membelok dan berubah kalau ada gaya
yang lebih besar memengaruhinya. Gerak melingkar dalam tata surya dapat
diperlihatkan pada usaha manusia untuk menyelidiki bulan. Penyelidikan ini
menjadi lebih kompleks karena bumi berotasi dalam satu hari dan berevolusi
dalam satu tahun; sementara bulan berevolusi mengelilingi bumi dalam waktu 271/2
hari dan berotasi selama 271/2 hari juga. Hal itu berarti
siang malam di bulan itu lamanya 271/2 hari bumi, atau waktu siang
dan malam di bulan. Masing masing lamanya 14 hari.
Siang dan malam yang demikian itu menyebabkan di
bulan tidak ada kehidupan. Bulan bukanlah bintang seperti matahari, dan juga
bukan planet seperti bumi, melainkan benda kecil yang mengelilingi bumi. Ia
juga disebut satelit. Bulan mengelilingi bumi menurut garis orbitnya berbentuk
elips dengan jarak rata rat dari bumi 390 ribu km, pada titik terjjauh dari
bumi 400 ribu km, dan pada titik terdekat dari bumi 352 ribu km.
Diameter bulan 3.456 km dan karena gravitasinya
terlalu kecil, bulan tidak mamp mengikat atmosfer seperti bumi. Gravitasi bulan
hanya seperenam gravitasi bumi, it berarti jika seseorang ketika berada di bumi
beratnya 90 kg, maka ketika berada di bulan beratnya menjadi 15 kg.
Dengan kondisi bulan seperti itu orang-orang mulai
mencoba untuk menyelidiki bulan. Dari abad ke-17 orang berusaha pergi ke bulan
dengan cara menembakkan bola ke arah bulan, tetapi hasilnya sia-sia. Kemudian
di abad ke-20 orang berusaha pergi kebulan dengan cara mengendarai roket yang
prinsip kerjanya sama seperti mainan anak-anak yaitu sos-dor. Roket membawa
bahan bakar sendiri untuk terbang ke arah tujuan, dengan dikendalikan oleh
manusia langsung maupun tidak langsung.
Usaha mendarat di bulan adalah langkah awal yang
perlu di lakukan untuk selanjutnya mendarat di planet lain di alam semesta.
Usaha ini dilakukan oleh USSR dan USA yng telah berhasil melakukan berbagai
percobaan, diantaranya:
·
04-10-’57
USSR dengan Sputnik : Berhasil pertama
kali meluncrkan satelit buatan
·
12-04-’61
USSR denagn Vostok 1 : Yuri Gargarin orang pertama menorbit bulan
·
14-06-’63
USSR dengan Vostok 5 : Valery Bykovsky menorbit bulan 61 kali dengan Valentina
Tereshkova ( wanita luar angkasa pertama)
·
06-04-’65
USA dengan Early Bird : Pertama kali meluncurkan satelite komunikasi komersial.
·
03-02-’66
USSR dengan Luna 9 : Pertama kali
mendaratkan roket dengan empuk di bulan dan mengirimkan gambar-gambar ke bumi.
·
03-04-’66
USSR dengan Luna 10 : Meluncurkan pertama kali pesawat yang mengorbit di bulan.
·
07-11-’67
USA dengan Surveyor 6 : Mendaratkan pesawat di bulan dan mengirimkan kembali
15.524 gambar ke bumi.
·
21-12-’68
USA dengan Apollo 8 : Frank Borman, James A Lovell, dan Wiliam A. Anders
merupakan orang-orang pertama yang terbang mengelilngi bulan.
·
16-17-’69
USA dengan Apollo 11 : Neil A. Amstrong dan Edwin E. Aldrin dengan pesawat
modul dan mendarat di bulan beberapa jam, mengumpulkan tanah dan bebatuan
sampel; sementara Michael Collins tetap mengemudikan Apollo 11 mengelilingi
bulan hingga pesawat modul mendarat di sana lagi, dan mereka kembali ke bumi
dengan selamat.
Demikianlah, akirnya manusia berhasil mendarat di
bulan. Bagaimana mencari/menuju bulan di langit yang tak berbatas ini, akan
dilakukan dengan mudah bila kita mengeri bahwa “seluruh anggota tata surya” itu
titik pusatnya terletak dalam suatu bidang datar, termasuk titik pusat
matahari. Selain itu, tinggal perhitungkan mekanisme dengan sudut-sudut
tertentu dan kecepatannya tertentu akan sampai pada relm bulan, emudian roket
tetap mengitari bulan searah revolusi bulan, menunggu kembalinya pesawat modul
dari bulan untuk kembali ke bumi.
Bab 8. Bumi Lain untuk Manusia
Dua bulan setelah
diluncurkan, Kepler mulai masuk ke tahap pengumpulan data ilmiah. Setiap dua
minggu sekali, pesawat ruang angkasa milik NASA pencari planet serupa Bumi yang
mengorbit mataharinya masing-masing itu diperiksa instrumennya.
Data ilmiah
sendiri diunduh sekali tiap bulan. Dikumpulkan, lalu diinformasikan ke publik.
Jauhnya jarak Kepler dari Bumi – bisa mencapai 51 juta kilometer – membuat
kecepatan unduh data video dan foto-foto beresolusi tinggi itu hanya mencapai
2.000 bit per detik (jika Kepler berada di posisi terdekat) dan 250 bit per
detik (saat berada di jarak terjauh).
Meski demikian,
banyak temuan menarik yang didapat. Dan yang mengejutkan adalah pada data yang
diambil antara Desember 2009 sampai Maret 2010. Di data itu, Kepler mendapati
sebuah planet lain yang nyaris identik dengan planet Bumi. Planet yang kemudian
diberi nama Kepler-22b.
Sebagai
gambaran, agar sebuah objek bisa disebut sebagai planet, ia harus terpantau
bergerak ke depan bintang yang ia kelilingi (transit) setidaknya 3 kali. “Dewi
keberuntungan tampaknya tengah tersenyum saat kami menemukan planet ini,” kata
William Borucki, Kepler Principal Investigator NASA, ketua tim yang menemukan
Kepler-22b dalam keterangan resminya.
“Transit pertama
planet ini tertangkap kamera saat Kepler baru 3 hari beroperasi secara resmi
dan akhirnya kami menyaksikan transit ketiga planet itu di hadapan bintangnya
pada tahun 2010 lalu,” ucap Borucki.
Sebenarnya,
Borucki menyebutkan, sampai Desember 2011, secara total sudah ada 708 buah
extrasolar planet (disingkat dengan exoplanet) atau planet-planet yang berotasi
mengelilingi bintang – seperti layaknya planet-planet di tata surya
mengelilingi Matahari – yang dijumpai Kepler.
Tetapi, dari
sekian banyak planet itu, tidak semuanya berada di ‘habitable zone’ atau sebuah
kawasan di jarak tertentu dari bintang mereka yang membuat planet yang
bersangkutan berpotensi untuk menampung kehidupan di permukaannya.
Pada penelitian
sebelumnya, memang sempat terindikasi akan adanya planet serupa Bumi dan
tinggal di kawasan habitable zone yakni Gliese 581 d dan HD 85512 b atau Gliese
370 b. Saat itu, kedua planet ini menjadi kandidat utama sebagai planet yang
bisa dihuni makhluk hidup. Namun peluang itu sangat tipis.
Pasalnya,
ternyata dua planet yang mengorbit bintang yang lebih sejuk dari Matahari itu
ternyata tinggal di pinggir habitable zone. Orbit mereka lebih mirip seperti
Venus dan Mars, tidak seperti Bumi. Masalah lain, ukuran planet-planet itu juga
jauh lebih besar dibanding Bumi. Ditemukannya Kepler-22b, yang berada di
kawasan tengah habitable zone, membawa harapan baru.
Dunia Air
Peneliti yang
tergabung dalam misi pencarian Kepler mengonfirmasi. Planet itu ada di kawasan
di mana air dalam bentuk cair bisa hadir di permukaan planet. Kepler-22b juga
merupakan planet terkecil yang didapati mengorbit di habitable zone dari sebuah
bintang yang mirip dengan Matahari kita.
Selain berada di
kawasan habitable zone, planet baru itu punya sejumlah aspek penting lain yang
serupa dengan yang dipunya Bumi. Ia mengitari sebuah bintang yang juga serupa
dengan Matahari kita. Jarak planet itu ke bintangnya juga serupa dengan Bumi
dengan Matahari.
Tepatnya, jarak
Kepler-22b ke mataharinya yakni Kepler-22 sekitar 15 persen lebih dekat
dibanding Bumi dengan Matahari. Tetapi, pancaran cahaya Kepler-22 juga sekitar
25 persen lebih redup dibanding cahaya Matahari.
Kombinasi jarak
yang lebih dekat namun dengan matahari yang lebih redup ini memungkinkan planet
itu punya temperatur permukaan yang nyaman. Menggunakan instrumen yang
dimiliki, ilmuwan memperkirakan, jika planet itu tidak punya atmosfer,
temperatur rata-rata di sana sekitar -11 derajat Celsius.
Jika ada
atmosfer dan ia menyediakan efek rumah kaca serupa dengan efek yang dihasilkan
oleh atmosfer milik planet Bumi, maka Kepler-22b akan memiliki temperatur
rata-rata 22 derajat Celsius. Kemungkinan besar, planet itu juga punya air dan
bebatuan di permukaanya.
Dari sisi
rotasi, satu tahun planet itu lamanya 290 hari. Tidak jauh berbeda dengan bumi
yang 365 hari. Yang jadi masalah,
planet itu berukuran lebih besar dari Bumi. Ukuran planet yang lebih besar
berarti peluang adanya kehidupan hadir di permukaannya menjadi lebih kecil.
Mengapa?
Jika melihat
ukurannya yang sekitar 2,4 kali lebih besar dari Bumi, kemungkinan planet itu
lebih berbentuk seperti Neptunus, planet yang terdiri dari gas dan cairan.
Hanya inti planet itu yang terbuat dari batu, adapun sebagian besar
permukaannya merupakan samudera.
Walau kecil
peluang, ilmuwan tetap antusias. “Sangat menarik untuk membayangkan
kemungkinan-kemungkinan yang ada,” kata Natalie Batalha, Deputy Science Chief
Kepler, NASA. “Mengapung di sebuah dunia yang sepenuhnya diselimuti oleh air
sama seperti kita berada di tengah-tengah samudera milik Bumi,” ucapnya.
Untuk itu,
Batalha menyebutkan, bukanlah hal yang tidak mungkin bahwa ada kehidupan yang
mampu bertahan di samudera seperti itu.
Kepler sendiri
tidak bisa menemukan kehidupan asing di planet itu meski kondisinya memungkinan
bagi kehidupan untuk bertahan. Dan jika astronom menyatakan bahwa mereka
mencari kehidupan lain di luar Bumi, yang mereka cari merupakan kehidupan yang
berkisar dari mikroba, sampai kehidupan yang sangat cerdas yang bisa saja
justru tengah memantau manusia. 22
Juta Tahun, Perjalanan ke Kepler-22b
Penemuan
Kepler-22b tentu saja menjadi sorotan di kalangan ilmuwan, astronom, dan juga
masyarakat pemerhati astronomi. Sejuta harapan dan angan-angan terlontar saat
NASA mengumumkan secara resmi bahwa planet itu sangat berpotensi mampu
menyimpan air dalam bentuk cair, faktor utama penunjang kehidupan.
Apalagi, jika
benar suhu permukaan planet itu rata-rata mencapai 22 derajat Celcius, tentu
temperatur seperti ini sangat nyaman bagi manusia untuk tinggal di planet itu.
Sayang seribu
sayang, ada kendala sangat besar yang menghadang segala impian tersebut untuk
jadi kenyataan. Sampai saat ini, belum ada teknologi yang
memungkinkan
manusia, bahkan bayi yang baru lahir di bumi sekalipun, untuk bisa tiba di
planet itu saat ia masih hidup.
Seperti
diketahui, tahun cahaya merupakan cara untuk mengukur jarak di ruang angkasa.
Satu tahun cahaya sendiri mencapai sekitar 6 triliun mil atau 10 triliun
kilometer jaraknya. Dengan teknologi pesawat ruang angakasa yang kita miliki
sekarang, manusia memerlukan waktu 22 juta tahun untuk tiba di Kepler-22b.
Secara
realistis, kita mungkin memang tidak akan sanggup berkunjung ke planet
tersebut. Tetap ilmuwan yakin, masih ada planet seperti Kepler-22b dalam jarak
yang lebih dekat dan bisa ditemukan dalam sisa hidup kita ini. Apalagi sejak
mulai beroperasi, instrumen milik pesawat ruang angkasa Kepler sudah menemukan
ratusan planet baru.
Bab 9. Mencari
kehidupan di planet Mars
Planet Mars yang dijuluki planet merah, kini
menjadi obyek penelitian paling ambisius dari program ruang angkasa Eropa dan
Amerika Serikat. Pertarungan teknologi kini diarahkan pada misi penelitian di
planet tetangga Bumi tsb. Sasaran utama penelitian adalah mencari jejak
kehidupan di planet Mars.
Hasil penelitian terbaru, yang dikirimkan ke
Bumi oleh dua wahana penelitian ruang angkasa tidak berawak milik AS, Mars
Global Surveyor dan Mars Odyssey menunjukan, di planet Mars pernah atau masih
terdapat cadangan air dalam jumlah besar. Planet Mars secara gelologis juga
masih aktif. Tanggal 2 Juni lalu, lembaga ruang angkasa Eropa-ESA juga meluncurkan
program Mars-Express, yakni satelit penelitian Eropa untuk planet Mars.
Diperhitungkan, pada hari Natal tanggal 25 Desember 2003 ini, pesawat pendarat
kecil yang diberi nama Beagle-2, akan mendarat di Mars untuk melakukan
eksplorasi.
Sementara Mars-Express akan tetap mengorbit di
atmosfir Mars, untuk meneliti planet merah itu dari atas. Mars Express membawa
tujuh peralatan canggih, untuk penelitian tambahan melengkapi penelitian yang
dilakukan Beagle-2. Peralatannya dikembangkan kelompok ilmuwan Eropa,Cina,Jepang,Rusia
dan AS. Pertanyaan yang selama ini mengusik para peneliti planet Mars adalah,
apakah pernah atau masih ada kehidupan di sana? Ada tiga kemungkinan yang
diperkirakan para peneliti. Pertama, di planet Mars samasekali tidak pernah ada
kehidupan. Kedua, mungkin pernah ada kehidupan, tetapi sudah musnah beberapa
ratus juta tahun lalu. Atau kemungkinan ketiga, masih ada kehidupan di Mars.
Tentu saja muncul pertanyaan berikutnya, jika
ada kehidupan, di mana lokasinya? Sebab permukaan planet Mars yang nyaris tanpa
atmosfir pelindung, serta langsung terkena pancaran sinar matahari dan
gelombang kosmis lainnya, secara teoritis tidak cocok untuk keberadaan makhluk
hidup. Peralatan yang dibawa Mars Express, terutama ditujukan untuk mencari
lokasi air atau bekasnya di planet merah tsb. Hendak dilacak, apa yang terjadi
dengan air di planet Mars, yang kelihatanya di masa lalu tersedia dalam jumlah
besar.
Sebuah radar altimeter, akan melacak sturktur
lapisan tanah beberapa kilometer di bawah permukaan, untuk mencari jejak es
atau lapisan permafrost, atau bahkan juga air dalam bentuk cair. Sementara
peralatan penelitian lainnya, akan melacak kandungan air yang tersisa di
atmosfir. Data kandungan air di atmosfir, akan menjelaskan, apakah di Mars
masih tetap terdapat sistem sirkulasi air yang masih berfungsi.
Ketua proyek ilmiah Mars-Express, Agustin
Chicarro mengatakan, data yang dikumpulkan hendak memperjelas, berapa volume
air yang masih tersisa di planet Mars. Sejauh ini baru diindikasikan adanya air
di planet merah tsb. Asumsi para ahli selama ini, jika terdapat air,
kemungkinan juga terdapat makhluk hidup di sana.
Tugas Beagle-2 yang diturunkan ke permukaan
Mars, terutama meneliti lebih lanjut struktur geologi serta cuaca di permukaan
planet merah tsb. Tentu saja sasaran utamanya adalah melacak adanya kehidupan
atau jejak kehidupan di masa lalu, jika pernah ada dan musnah. Untuk itu,
wahana penelitian permukaan Mars, Beagle-2 dilengkapi perangkat analisis gas.
Yang terutama hendak di-endus adalah jejak mineral karbonat dan gas methan.
Jika terdapat sisa mineral karbonat,
penelitian akan dilanjutkan dengan pelacakan, sejauh mana unsur karbon itu
dapat mendukung munculnya kehidupan. Juga pelacakan gas methan, hendak
menelusuri sumbernya. Para ahli meyakini, gas methan di Mars, jika ada, hanya
dapat diproduksi oleh makhluk hidup. Beagle juga akan mengambil sampel batuan
dan tanah, dari lapisan yang berada beberapa meter di bawah permukaan atau di
bawah batuan besar.
Diperkirakan, kawasan semacam itu, lolos dari
terpaan ganas sinar ultra violet. Mengapa para ahli begitu optimis, di planet
Mars terdapat air atau di zaman purba pernah terdapat air? Jawabannya terletak
pada gambar hasil pemotretan wahana penelitian tidak berawak milik AS, Mars
Global Suveyor, yang menunjukan morfologi permukaan Mars yang diduga pernah
mengalami abrasi oleh air.
Bahkan di kawasan utara planet Mars, terlihat
gambaran seperti garis pantai. Analisis gambar menggunakan komputer,
mengisyaratkan kawasan tsb beberapa milyar tahun lalu kemungkinan memang danau
atau lautan yang cukup besar. Dari mana asalnya air di planet Mars itu? Pada
model komputer terlihat, pada zaman tiga milyar tahun lalu, air menutupi planet
Mars mulai dari kawasan khatulistiwa sampai batas dataran tinggi di utara dan
selatan. Para peneliti Mars memperkirakan, air tercipta akibat tabrakan dengan
meteorit.
Dari penelitian tercatat sekitar 25 kawah
besar bekas tumbukan meteorit di permukaan Mars. Tumbukan ini melepaskan air
yang dikandung meteorit. Diperkirakan, tumbukan dengan meteorit berdiameter 100
kilometer, melepaskan gas uap air yang jika mencair mampu menutupi seluruh
permukaan Mars dengan air sedalam 40 sentimeter. Perubahan poros rotasi Mars
dalam beberapa milyar tahun terakhir, menyebabkan perubahan iklim drastis di
planet tsb. Juga intensitas pancaran sinar matahari menjadi lebih besar.
Akibatnya hampir seluruh cadangan air di permukaan Mars menguap. Diduga cadangan
air berupa es masih tetap ada di bawah permukaan yang suhunya lebih dingin.
Jika terbukti di planet Mars terdapat cadangan air, para peneliti ruang angkasa
sudah membuat sasaran baru, yakni dalam waktu 15 sampai 20 tahun mendatang,
akan meluncurkan misi berawak ke planet Mars.
Bab
10. Kisah
Neil Armstrong Pergi Ke Bulan Masuk Islam
Neil
Armstrong adalah orang pertama yang mendarat di bulan. Neil pergi ke bulan
menggunakan pesawat ruang angkasa USA bernama Apollo, bersama
rekannya Buzz Aldrin. Pergi ke bulan merupakan hal yang amat menakjubkan bagi
Neil. Saat-saat masa keberhasilannya itu, tak pernah ia lupakan.
Sampai akhrinya 30 Tahun berlalu, Saat itu neil memutuskan untuk mengambil cuti kepada pihak NASA. Ia menghabiskan liburannya dengan berwisata ke Mesir. Ini kali pertama ia mengunjungi Kairo,atau pertama kalinya ia mengunjungi sebuah negeri Islam dalam rangka berwisata mencari hiburan dan mengembalikankesegaran setelah penat menghadapi rutinitas pekerjaan.
Sampai akhrinya 30 Tahun berlalu, Saat itu neil memutuskan untuk mengambil cuti kepada pihak NASA. Ia menghabiskan liburannya dengan berwisata ke Mesir. Ini kali pertama ia mengunjungi Kairo,atau pertama kalinya ia mengunjungi sebuah negeri Islam dalam rangka berwisata mencari hiburan dan mengembalikankesegaran setelah penat menghadapi rutinitas pekerjaan.
Beralih
ke Mesir, akhirnya neil bersama wisatawan lain sampailah ke sebuah hotel yang
terletak di tengah kota Kairo. Setelah beres mengurus registrasi, dengan
tertatih dia pergi menuju kamarnya untuk beristirahat setelah letih menempuh
perjalanan yang cukup jauh dari Amerika menuju Kairo. Dan ketika dia berbaring
di ranjang, tiba-tiba terdengarlah kumandang adzan.
Allahuakbar... Allahuakbar...
Allahuakbar... Allahuakbar...
Ketika
mendengar seruan itu, ia berpikir bahwa ini bukan pertama kali ia mendengar
seruan seperti ini. Neil berpikir keras dimana dia pernah mendengarnya
sebelumnya? Neil terus berusaha mengingat, tetapi dia tetap tidakmampu
menemukan jawabannya.
Kemudian
ia duduk, berdiri dan berjalan menuju kamar kecil, kemudian pergi mengambil
makanan fast food sebelum turun untuk makan malam di lantai dasar.
Di
ruang makan ketika dia sedang mengunyah sisa makanannya sambil ngobrol bersama
dua orang temannya, kembali terdengar kumandang adzan dari salah satu menara
mesjid yang banyak tersebar di Kairo, ia pun lantas terdiam, mencoba menyimak
& menghayati lantunan kalimat-kalimat adzan yang didengarnya.
Kemudian
dia berseru memanggil salah seorang pelayan yang ada disana & bertanya
dengan bahasa inggris, “apakah kamu bisa berbahasa inggris?”
Si
pelayan menjawab, “bisa sedikit tuan.”
Neil
tersenyum & berkata, “seruan apa yg barusan tadi terdengar?”
Pelayan
tadi menjawab, “maaf saya tidak mengerti maksud tuan.”
Neil
berisyarat mengumandangkan adzan dengan terbata terbata, “Allahu akbar… Allahu
akbar.”
Pelayan
kemudian berkata, “itu panggilan untuk sholat, panggilan kepada seluruh kaum
muslimin untuk pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat yg dilakukan lima kali
sehari.”
Neil
pun mengucapkan terima kasih atas penjelasannya. Kemudian dia melanjutkan makan
malamnya dengan duduk diam tanpa berkata apapun. Tiba-tiba ia bangkit dan
meninggalkan teman-temannya lalu naik menuju kamarnya sambil berpikir, “pasti
aku mendengarnya di salah satu film yg pernah aku tonton”. Sejenak dia berhenti
berpikir, “ataupun mungkin di tempat lain?”.
“Ah
tidak, bukan di film, aku mendengarnya dgn telingaku sendiri menggema di udara,
tetapi dimana?” Sampai dia beranjak tidur pernyataan ini masih berputar di
kepalanya. Ketika fajar menyingsing, Neil terbangun oleh suara adzan yang
kembali berkumandang membelah angkasa :
Allahu akbar... Allahu Akbar...
Allahu akbar... Allahu Akbar...
Dia
pun segera bangkit, duduk di tepi ranjang seraya mengerahkan segenap
perhatiannya untuk mendengarkan suara itu, bersamaan dengan berakhirnya
kumandang adzan, Neil teringat kembali bayangan tiga puluh tahun silam yang
masa itu merupakan masa gemilang dalam hidupnya. Ketika itu dia mengendarai
pesawat luar angkasa milik USA , Apollo, yg merupakan pesawat pertama dalam
sejarah yg mampu mendarat di bulan. Tiba-tiba ia sadar bahwa “Ya, disanalah aku
mendengar seruan ini untuk pertama kalinya dalam hidupku.” ungkapnya.
Kemudian
dia berseru dalam bahasa inggris tanpa sadar, “Wahai Tuhan yang Maha Suci, Ya
Tuhan, benar aku ingat bahwa disanalah, dipermukaan bulan itu aku dengar seruan
itu untuk pertama kalinya dalam hidupku, dan disini, di Kairo, aku mendengarnya
di bumi.”
Kemudian
dia membaca sesuatu dan berusaha untuk kembali tidur, tetapi dia tidak bisa,
diambilnya sebuah buku dari dalam tasnya dan mulai membacanya untuk merintang
waktu hingga pagi menjelang, dia membaca tetapi pikirannya melayang entah kemana
dan dia sama sekali tidak mengerti isi buku yang dibacannya.
Dalam
hati dia berharap untuk mendengar lagi seruan itu. Hingga pagi dia membaca
seperti itu dengan harapan akan kembali mendengar suara adzan, tetapi seruan
yang ditunggu tidak kunjung terdengar.
Akirnya
dia bangkit dan pergi ke kamar kecil dan mencuci mukanya, dengan cepat ia turun
ke ruang makan untuk sarapan. Setelah itu dia pergi bersama sekelompok
wisatawan untuk berkeliling, sementara itu seluruh panca ineranya dia pasang
untuk menantikan saat dimana dia akan kembali mendengar lantunan seruan yang
menggugahnya itu. Dia ingin meyakinkan dirinya sebelum memberitahukan wisatawan
yang lain akan hal penting ini.
Kemudian
rombongannya memasuki sebuah Museum Fir’aun dan di saat itu ia kembali mendengar
kumandang adzan yang mengalun merdu dengan irama yang indah dari sebuah
pengeras suara di museum. Neil meninggalkan rombongannya dan berdiri disamping
pengeras suara itu sambil memperhatikan dengan seksama, di pertengahan adzan
dia berseru memanggil temannya, “ hei, kesini, dengarkan seruan ini”.
Teman-temannya
datang menghampiri dengan heran. Ketika salah seorang kelihatan akan berbicara,
Neil memberi isyarat kepadanya agar diam dan mendengarkan seruan itu. Barulah
setelah adzan selesai, Neil bertanya kepada mereka, “apakah kalian
mendengarnya?”
“ya”,
jawab mereka.
“tahukah
kalian dimana aku pernah mendengarnya sebelum ini? Aku mendengarnya di permukaan
bulan pada tahun 1969.”
Berserulah
teman dekatnya, “Mr. Armstrong, mari kita kesana untuk bicara sebentar.”
Kemudian mereka berdua pergi ke salah satu sudut & mulai bercakap-cakap tentang
perasaannya yang aneh.
Tak
lama kemudian Neil meninggalkan rombongannya dan mencegat taxi untuk pulang ke
hotel, diwajahnya terlihat kemarahan dan emosi yg berkecamuk. “Bagaimana
mungkin dia berkata bahwa aku mengada-ada dan aku telah gila?” pikirnya
Neil
berdiri di kamarnya selama dua jam sambil berbaring di atas ranjang sambil
menunggu-nunggu suara adzan kembali, dan saat itu terdengarlah adzan Ashar.
Allahu
Akbar... Allahu Akbar...
Neil
bangkit dari posisinya, berdiri lalu membuka jendela dan untuk kesekian kalinya
memperhatikan seruan itu, kemudian dia berseru, “tidak,aku belum gila, aku
tidak gila, aku bersumpah demi Tuhan bahwa inilah yang aku dengar di permukaan
bulan.”
Neil
turun ke ruang makan agak terlambat agar tidak bertemu dengan temannya.
Sampailah ketika hari liburnya berakhir, Neil beserta wisatawan
lain akan pulang ke Amerika….Neil sengaja menghindari semua teman-teman
seperjalannya, hingga mereka kembali ke Amerika.
Di Amerika Neil berusaha mendalami agama
Islam, disaat itu ia mulai tertarik dengan Islam. Akhirnya, beberapa bulan
kemudian, ia mengumumkan keislamannya, dan mengungkapkannya dalam suatu
wawancara bahwa ia menyatakan masuk islam karena dia telah mendengar kumandang
adzan dengan telinganya sendiri di permukaan bulan.
Asyhadu an laa ilaaha illallaah…
Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah…
Tetapi tak lama kemudian datanglah sepucuk
surat dari NASA, berisi keputusan tentang pemecatannya dari pekerjaannya.
Pendeknya NASA berlepas diri dan tidak mau membantu astronot yang pertama
mendarat di bulan itu, karena dia menyatakan diri masuk Islam, dan menyangkal
tentang terdengarnya adzan di permukaan bulan.
Neil Armstrong berseru dalam sebuah majalah
mempertanyakan pertanggung jawaban mereka perihal keputusan pemecatannya,
“Memang aku kehilangan pekerjaanku, tetapi aku menemukan Allah”.
Bab 11. Kisah Mengerikan di Balik
Perjalanan ke Luar Angkasa
Perjalanan ke luar angkasa memang
terlihat menyenangkan, tapi tahukan anda kalau perjalanan ke ruang angkasa itu
sangat mengerikan ?
Berikut adalah beberapa fakta menarik
begitu menyeramkan pergi ke ruang angkasa .
1. Bangkai Makhluk Hidup
Penelitian dan eksplorasi ruang angkasa
telah mengorbankan sejumlah nyawa makhluk hidup, terutama hewan. Jika Anda
mengira mengorbankan monyet dan anjing di lab-lab pengujian atas nama ilmu
pengetahuan di Bumi, sudah cukup buruk, bayangkan hal ini.
Sejumlah misi luar angkasa awal
melibatkan prosedur re-entri ke Bumi. Sayangnya, tidak seluruh pesawat ulang
alik berhasil. Diperkirakan, kini banyak bangkai anjing dan simian, jenis
monyet yang mirip dengan manusia, yang telah menjadi mumi terus mengorbit Bumi
sampai saat ini.
2. Kebocoran Udara
Alexei Leonov merupakan kosmonot Rusia pertama yang berjalan di ruang angkasa pada tahun 1965 lalu. Sayangnya ia mengalami kebocoran udara dan bahan pakaian mengalami kaku yang tidak diantisipasi sebelumnya.
Alexei Leonov merupakan kosmonot Rusia pertama yang berjalan di ruang angkasa pada tahun 1965 lalu. Sayangnya ia mengalami kebocoran udara dan bahan pakaian mengalami kaku yang tidak diantisipasi sebelumnya.
Kakunya material kostum memaksa ia
berupaya kembali ke dalam kapsul dengan susah payah. Ia terpaksa harus
menurunkan tekanan di dalam kostum dengan risiko bahan kostum itu menggencetnya
ke dalam.
Belum selesai sampai di situ, Voskhod,
pesawat yang ia tumpangi meleset dari jalur dan mendarat di pegunungan Ural. Ia
terpaksa tetap tinggal di dalam kapsul ruang angkasa tersebut sampai
pertolongan tiba.
3. Toilet
Pada 5 Mei 1961, astronot Alan Shepard
lebih memilih untuk kencing di celana di pesawat Freedom 7 yang ia tumpangi.
Andrew Chaikin, penulis khusus luar angkasa mendeskripsikan, perjalanan ke
orbit demikian mengerikan.
Ia menuliskan bahwa toilet di ruang
angkasa hanyalah berbentuk pembungkus seperti topi dengan lapisan perekat di
pinggirnya. Astronot perlu mengoleskan atau memberikan lapisan anti kuman setelah
ia buang hajat.
Nasihat para astronot bagi yang
terpaksa memenuhi panggilan alam adalah: telanjang, siapkan waktu sekitar satu
jam, dan bawa tisu banyak-banyak. Lakukan secepat mungkin sebelum urin membeku.
4. Dekompresi Mendadak
Tiga orang astronot Soyuz 11 tewas saat pesawat itu melepaskan tekanan udara saat akan masuk kembali ke atmosfir. Tahun 1965, seorang teknisi dari Johnson Space Center, Houston, AS berhasil hidup dan menceritakan pengalaman serupa.
Tiga orang astronot Soyuz 11 tewas saat pesawat itu melepaskan tekanan udara saat akan masuk kembali ke atmosfir. Tahun 1965, seorang teknisi dari Johnson Space Center, Houston, AS berhasil hidup dan menceritakan pengalaman serupa.
Saat ia berada di ruang vakum,
kecelakaan terjadi dan secara tidak sengaja, kostum luar angkasa yang ia
gunakan kehilangan tekanan. Sebelum ia kehilangan kesadaran, yang ia rasakan
adalah sensasi lembab yang ia rasakan di lidah terasa seperti mendidih.
Tidak seluruh pakar sepakat seputar
gejala dekompresi mendadak. Akan tetapi, beberapa kemungkinannya adalah daging
yang membengkak, darah menguap, bola mata meletus, dan pecahnya paru-paru.
Bab 12.
Penelitian Luar Angkasa : UFO,Misteri Sepanjang Zaman
Tujuan
diadakannya penelitian ke luar angkasa adalah untuk mengetahui ada atau
tidaknya kehidupan makluk hidup lain selain di bumi. Berikut adalah penelitian
dan penerbangan ke luar angkasa yang telah dilakukan oleh para ahli :
10 Fenomena Misteri
di Luar Angkasa
1.
Tabrakan Antar Galaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan”
satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak
mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan
Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3
milyar tahun.
2.
Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta
yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi
ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang
sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C
273, yang dipotret pada 1979.
3.
Materi Gelap (Dark Matter)
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun
terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung
oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat
hingga invisible black hole.
Jika dark matter benar-benar
ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi
untuk menjelaskan fenomena ini.
4.
Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi
struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert
Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah
sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian
kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas. LIGO dan LISA merupakan
dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini.
5.
Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari
penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik
“virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel
yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu,
berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat
ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar
tahu penyebab ekspansi alam semesta.
6.
Mini Black Hole
Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru
dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di
tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti
black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big
Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
7.
Neutrino
Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak
bermuatan
yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.
yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.
8.
Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita
sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200
ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua
tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa
dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di
bumi.
9.
Radiasi Kosmik Latarbelakang
Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang
merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta.
Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak
tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting
dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan
bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius).
10.
Antimateri
Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal)
juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut
antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun
antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan
saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi
ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar
angkasa menggabungkan mesin antimateri.
Penerbangan Pertama ke Luar
Angkasa
12 April tahun 1961, Yuri Gagarin,
seorang astronot Rusia berusia 27 tahun, membuat sejarah dengan menjadi manusia
pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa. Ia mneggunakan pesawat
ulang-alik Vostok One. Dalam waktu 89 menit, pesawat Vostok One
berhasil meninggalkan bumi dan melakukan perjalanan mengelilingi planet
bumi. Yuri Gagarin sebelum mengemudikan pesawat ulang-alik adalah seorang pilot
pesawat tempur. Tujuh tahun kemudian, tanggal 27 Maret 1968, Yuri Gagarin tewas
akibat kecelakaan pesawat di dekat Moskow.
Apa yang
mendorong misi antariksa Amerika dan Eropa untuk mencari kemungkinan kehidupan
di Mars ?. Hal ini tak lain karena adanya fenomena UFO dan Crop Circle yang
telah terjadi sejak 350 tahun yang lalu di Inggris. Fenomena crop circle
ini telah terjadi hampir diseluruh belahan dunia yang terdapat ladang tanaman
gandum. Demikian juga yang terjadi dirussia, fenomena tersebut juga
terjadi di perladangan tanaman bunga matahari.
Teori yang
mengatakan terdapat rongga diperut bumi sebagai tempat kehidupan alien ditepis
oleh para ahli sehingga fokus penyelidikan diarahkan keluar angkasa.
Fokus pencarian keluar angkasa tersebut selain dilakukan dengan melakukan
ekspidisi panjang pesawat luar angkasa tak berawak seperti proyek Phnonix, juga
melalui teleskop kepler milik lembaga luar angkasa milik Amerika Serikat itu.
Lukisan di Gua Le Marche
Demikian juga
ditemukan manuskrip yang diperkirakan telah berusia 15.000 tahun dimana
masyarakat India telah mengenal pesawat terbang. Disamping itu, jika kita
hitung kurun waktu saat pelayaran Christoper Columbus yang menemukan benua
eropa yang menggunakan tehnologi sederhana, dalam kurun waktu kurang dari
enam abad di benua yang ditemukan oleh Columbus tersebut telah menjadi negara
yang mempunyai kemampuan tehnologi luar angkasa. Melihat temuan di gua le
marche dan India yang mengenal adanya pesawat terbang, bukan tidak mungkin
antara 30.000 sampai dengan 15.000 tahun yang lalu terjadi juga
perkembangan tehnologi.
Perubahan
genetik dan insting terus berkembang yang akhirnya menjadi manusia modern
seperti saat ini.
Jika kita
mengok teori sosiologi yang mengatakan bahwa pada dasarnya antara hewan dan
manusia mempunyai naluri yang sama, hidup berkomunal, ada rasa senang dan buas
serta naluri yang paling mendasar adalah mencari pangan. Perbedaannya
adalah pada insting manusia yang mengalami perkembangan sebagaimana disimpulkan
dari temuan2 fosil itu. Insting manusia yang terus berkembang tersebut pada
akhirnya menciptakan norma yang diakui secara bersama yang menciptakan kehidupan
manusia secara damai. Norma itu pada awalnya berkembang dari aturan yang dibuat
oleh yang kuat namun lambat laun mengikuti perkembangan pikiran manusia pada
akhirnya narma itu didasari pada keyakinan sebagaimana kita sebut agama itu.
Namun walaupun begitu, kita lihat saat ini bahwa walaupun sudah ada aturan
maupun maupun norma agama, pemikiran manusia tetap tidak dapat disatukan secra
utuh sehingga menimbulkan konflik yang membuat manusia saling membunuh. Konflik
antar umat manusia tidak pernah dapat hilang sepanjang masa dan komflik itu
makin lama makin dilengkapi persenjataan yang dapat membunuh lebih banyak lagi.
Jika kita lihat sejak tahun masehi. dalam kurun waktu 2010 tahun manusia telah
mengalami perkembangan yang begitu pesat baik dalam jumlah maupun tehnologi
sedangkan bumi tidak mengalami perubahan volume. Inting manusia mempertahankan
diri selain melengkapi dengan senjata juga mencari tempat yang aman. Kita lihat
30.000 tahun silam orang sudah mengenal pakaian ( karena norma ) di eropah, 15
000 tahun kemudia orang mengenal pesawat terbang ( pengetahuan ), mungkin saja
10.000 tahun yang lalu terjadi upaya penyelamatan diri manusia karena konflik.
Bumi yang rusak ditinggalkan oleh manusia yang pada akhirnya mengalami
perubahan genetik untuk penyesuaian diri dilingkungan yang baru, mungkin itulah
yang kita kenal sebagai alien. Perubahan genetik juga terjadi pada binatang
seperti singa laut, gajah laut atau ikan yang bernafas dengan paru2 akibat
perubahan alam. Banyak sekali kemungkinannya, insting manusia terus mendorong
untuk mencari tahu yang pada akhirnya manusia mencoba menjelajahi alam jagat
raya setelah Christipher Columbus yang menjelajahi bumi pada pertengahan abad
15 untuk mematahkan pandangan bahwa bumi itu datar.
Keingin tahuan
manusia itu juga mendatangkan banyak cerita tentang perjumpaan manusia dengan
alien. Namun sulit dibuktikan kebenarannya karena banyak orang yang mengannggap
cerita2 tersebut hanyalah sebuah cerita dongeng isapan jempol. Namun jika
melihat pada keyakinan manusia yang mengenal dewa, arwah, hantu atau dalam
keyakinan islam adalah bangsa Jin yang dapat diajak berkomunikasi memang
dipercaya bahwa ada mahluk lain selain manusia yang juga ciptaan tuhan.
Planet Mars
Perjumpaan
manusia dengan alien terus berkembang dari waktu kewaktu, seperti cerita
tentang mahluk yang berasal dari palnet mars tersebut telah dikenal dalam
masyarakat China kuno yang meramalkan kejatuhan Dynasti Ching dan kantor berita
resmi China Xinhua memberitakan adanya kunjungan UFO dilangit negeri itu selama
setengah jam yang disaksikan oleh ribuan pasang mata bangsa ini. Sebuah
pemberitaan Russia, Truth Report Russia memberitakan kedatangan manusia yang
mengaku berasal dari planet Mars di kawasan utara negeri itu. Seorang anak yang
berusia sekitar 10 tahun yang selanjutnya disebut Borischa mempunyai
intelegensia luar biasa itu tiba muncul dihadapan sekelompok orang yang sedang
berkemah. Dihadapan orang2 yang sedang mengelilingi api unggun , Borischa
yang muncul sekonyong2 itu membungkukan badannya dan memperkenalkan dirinya
bahwa dia telah melakukan perjalanan yang jauh dari Palnet Mars menuju Bumi
dengan maksud memberitahukan kehidupan penduduk di Mars serta mencertakan
pengalaman perjalanannya menuju Bumi. Yang tidak dapat diterima akal sehat bahwa
Borischa dapat menceritakan legenda Limoliya seperti sebuah pengalaman pribadi.
Legenda Limoliya adalah legenda kuno masyarakat Russia tentang tenggelamnya
sebuah kota di dasar laut 800.000 tahun silam yang diceritakan secara
detail yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh seorang ahli sekalipun.
Penuturan
Borischa si bocah planet, manusia planet hidup dibawah tanah mars.
Tentang bocah
yang bernama Borischa yang mempunyai intelegensia luar biasa ini yang dapat
menceritakan legenda limoliya bak pengalaman pribadi tersebut tersebut adalah
anak sesorang pensiunan tentara dan ibu seorang dokter yang bertugas di rumah
sakit sebuah pedesaan kecil di Russia yang lahir pada tanggal 11 january 1996.
Pada usia 15 hari, borischa sudah dapat menengadahkan kepalanya, pada usia 1,5
tahun sudah mampu membaca berita koran. Selanjutnya Borischa cilik ini
mengalamai perkembangan luar biasa tanpa diajari oleh orang tuanya. Sesuai
penuturan bocah cilik ini, dia mengaku berasal dari plenet Mars dengan
mengendari pesawatnya sendiri pada 800.000 tahun silam menuju bumi. Dikota
Limoliya dia menjalin hubungan dengan dengan penduduk setempat yang tewas
akibat bencana yang menenggelamkan kota itu. Borischa mengaku tinggal dikota
bawah tanah di Mars setelah planet itu kehilangan lapisan atmosfer akibat
bencana dahsyat yang melanda planet itu. Sejak itu dia sering melakukan
perjalanan dengan pesawat antariksanya seorang diri. Orang tuanya sendiri
sangat heran dengan pengetahuan yang dimiliki anaknya itu tetapi akhirnya
tuanya dapat mengerti bagaimana cara anaknya mendapat informasi ketepatan
perhitungan pengetahuan yang tidak dimiliki oleh anak2 atau ahli sekalipun.
Anak ini mempunyai kemampuan dalam penyampaian jalan pikirannya dengan bahasa2
moral yang membuat orang terkagum.
Diduga UFO
Dalam
masayarakat kita yang baru-baru ini berkembang fenomena dukun cilik atau kisah Ponari yang mempunyai
kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit setelah mendapat batu petir adalah
bagian lain dari cerita semacam cerita bocah Borischa yang mempunyai kemampuan
diluar nalar akal sehat. Cerita bangsa Russia yang meyakini Borischa
adalah titisan manusia dari manusia planet karena kemampuannya berbicara hal2
diluar kemampuan anak seusianya dipakai sebagai dasar untuk masukan penelitian
di planet Mars oleh lembaga antariksa negaranya. Selain gambar-gambar yang diperoleh dari pesawat penjelajah luar
angkasanya tentang keadaan planet mars, juga gambar yang diduga pesawat UFO
yang berpapasan dengan pesawat antariksa NASA.
Sebuah perdaban
yang hilang ditelan bencana 800 000 tahun silam dalam legenda limoliya yang
dituturkan oleh bocah Borischa atau artefak le Marche yang berumur 30.000 tahun
dan manuskrip di India yang berumur 15.000 tahun adalah rentetan sejarah
perjalanan kehidupan yang selalu mengalami rekondisi. Jika kita lihat saat ini,
penurunan tanah di Jakarta atau penurunan tanah akibat semburan lumpur lapindo
dapat dihitung dari tahun ketahun. Demikian pula candi-candi yang ada sekarang merupakan penemuan dari penggalian
telah memberikan gambaran kepada kita bahwa terkuburnya candi-candi yang dibangun ratusan tahun saja sudah terkubur.
Artinya dalam puluhan ribu tahun atau ratusan ribu tahun alam telah mengubur
banyak peradaban umat manusia dan mungkin juga apa yang dituturkan oleh
borischa tersebut tak jauh berbeda dengan apa yang dialami candi borobudur
milik bangsa kita.
China Ingin Kirim Manusia ke Bulan, Mars dan
Venus
China berkeinginan mengirimkan orang untuk
menginjakan kakinya pertama kali di Bulan. Kemudian mereka juga ingin
menjelajahi Mars dan Venus. Namun semua itu masih sebuah rencana.
Tahun ini, China merencanakan pengiriman
roket yang akan membawa modul berukuran kereta mobil ke orbit dan membangun
blok bangunan pertama untuk stasiun ruang angkasa China. Kemudian di tahun 2013
China juga akan merealisasikan niatnya untuk meluncurkan sebuah penyelidikan
bulan yang akan menetapkan penjelajah lepas di Bulan. Mereka ingin menempatkan
manusia China yang menginjakan kakinya pertama kali di bulan, yang akan
direalisasikan pada tahun 2020. Beberapa ahli cemas Amerika Serikat (AS) bisa
menyelinap di belakang China dalam hal pengiriman manusia ke luar angkasa
tersebut.
"Kepemimpinan di ruang angkasa merupakan simbol kemampuan nasional dan pengaruh internasional dan penurunan dalam kepemimpinan ruang angkasa akan dilihat sebagai simbol dari penurunan yang relatif dalam kekuasaan AS dan pengaruhnya," ujar Mantan asosiasi administrator NASA, Pace Scott, seperti dilansir Yahoo News, Selasa (12/7/2011).
Saat ini sebuah misi ulang-alik ruang angkasa AS akan menjadi event terakhir penjelajahan manusia ke luar angkasa. NASA akan mengakhiri program tersebut yang sudah berlangsung selama 30 tahun. Penutupan program ini ditandai dengan peluncuran Pesawat Atlantis milik NASA ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Untuk urusan penjelajahan ke luar angkasa China memang masih berada jauh di belakang AS. Tapi saat ini China membuat kemajuan yang berarti pada beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2006 saja mereka sudah melakukan penyelidikan ke bulan dan perjalanan keluar angkasa pertama kali dilakukan China pada tahun 2008.
"Kepemimpinan di ruang angkasa merupakan simbol kemampuan nasional dan pengaruh internasional dan penurunan dalam kepemimpinan ruang angkasa akan dilihat sebagai simbol dari penurunan yang relatif dalam kekuasaan AS dan pengaruhnya," ujar Mantan asosiasi administrator NASA, Pace Scott, seperti dilansir Yahoo News, Selasa (12/7/2011).
Saat ini sebuah misi ulang-alik ruang angkasa AS akan menjadi event terakhir penjelajahan manusia ke luar angkasa. NASA akan mengakhiri program tersebut yang sudah berlangsung selama 30 tahun. Penutupan program ini ditandai dengan peluncuran Pesawat Atlantis milik NASA ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Untuk urusan penjelajahan ke luar angkasa China memang masih berada jauh di belakang AS. Tapi saat ini China membuat kemajuan yang berarti pada beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2006 saja mereka sudah melakukan penyelidikan ke bulan dan perjalanan keluar angkasa pertama kali dilakukan China pada tahun 2008.
"Salah satu keuntungan terbesar dari
sistem mereka adalah adanya rencana lima tahun sehingga mereka dapat berkembang
dengan baik ke depan. Mereka mengambil pendekatan step by step, meluangkan
waktu mereka dan secara bertahap meningkatkan kemampuan mereka, serta
menempatkan semua potongan untuk industri, ruang yang sangat mampu untuk
maju,"cetus Peter Bond, konsultan editor untuk Space Systems Jane dan
Industri.
Ahli Cina percaya pendaratan di bulan pada tahun 2025 akan terjadi di awal tahun. "Probe lunar adalah titik awal untuk eksplorasi ruang angkasa secara mendalam. Pertama kita harus melakukan pekerjaan yang baik untuk mengeksplorasi bulan dan bekerja di luar teknologi roket, transportasi dan deteksi yang kemudian dapat digunakan untuk eksplorasi di masa depan yaitu ke Mars atau Venus" kata Wu Weiren, chief designer Program penjelajah bulan China, dalam sebuah wawancara 2010 yang dipasang di situs badan antariksa nasional.
Ahli Cina percaya pendaratan di bulan pada tahun 2025 akan terjadi di awal tahun. "Probe lunar adalah titik awal untuk eksplorasi ruang angkasa secara mendalam. Pertama kita harus melakukan pekerjaan yang baik untuk mengeksplorasi bulan dan bekerja di luar teknologi roket, transportasi dan deteksi yang kemudian dapat digunakan untuk eksplorasi di masa depan yaitu ke Mars atau Venus" kata Wu Weiren, chief designer Program penjelajah bulan China, dalam sebuah wawancara 2010 yang dipasang di situs badan antariksa nasional.
Fakta Mengerikan: Yuk, Lihat
Bagaimana Perjalanan ke Luar Angkasa
Anda
bercita-cita untuk menjadi seorang astronot? Atau memimpikan ingin
berjalan-jalan ke luar angkasa? Jangan melulu bayangkan hal yang indah-indah.
Shuttle ship
launching
Tak sedikit
orang yang ingin melakukan perjalanan ke luar angkasa terutama ke planet
Mars.Tapi sebaiknya hal tersebut dipikir kembali, karena perjalanan ke Mars
bisa melemahkan otot-otot tubuh. Para ilmuwan mengungkapkan penerbangan angkasa
jangka panjang bisa menghilangkan setengah dari kemampuan otot astronotnya.
Kelemahan otot ini diilustrasikan jika saat pergi seseorang berusia 30 tahun,
maka saat kembali ke bumi ia memiliki otot yang lemah seperti orang berusia 80
tahun. Selain itu perjalanan luar angkasa ini juga sarat dengan bahaya. Seperti
diberitakan dari Discovery, ada beberapa fakta yang “menarik” seputar kepergian
ke luar Bumi itu:
Bangkai Makhluk Hidup
Penelitian dan
eksplorasi ruang angkasa telah mengorbankan sejumlah nyawa makhluk hidup,
terutama hewan. Jika Anda mengira mengorbankan monyet dan anjing di lab-lab
pengujian atas nama ilmu pengetahuan di Bumi, sudah cukup buruk, bayangkan hal
ini.
Ribuan sampah luar angkasa (Space debries) ikut mengorbit Bumi.
Sejumlah misi
luar angkasa awal melibatkan prosedur re-entri ke Bumi. Sayangnya, tidak
seluruh pesawat ulang alik berhasil. Diperkirakan, kini banyak bangkai anjing
dan simian, jenis monyet yang mirip dengan manusia, yang telah menjadi mumi
terus mengorbit Bumi sampai saat ini.
KebocoranUdara
Alexei Leonov merupakan kosmonot Rusia pertama yang berjalan di ruang angkasa pada tahun 1965 lalu.
Alexei Leonov merupakan kosmonot Rusia pertama yang berjalan di ruang angkasa pada tahun 1965 lalu.
Cosmonaut
Alexei Leonov
Sayangnya ia
mengalami kebocoran udara dan bahan pakaian mengalami kaku yang tidak
diantisipasi sebelumnya.
Kakunya
material kostum memaksa ia berupaya kembali ke dalam kapsul dengan susah payah.
Ia terpaksa harus menurunkan tekanan di dalam kostum dengan risiko bahan kostum
itu menggencetnya ke dalam. Belum selesai sampai di situ, Voskhod, pesawat yang
ia tumpangi meleset dari jalur dan mendarat di pegunungan Ural. Ia terpaksa
tetap tinggal di dalam kapsul ruang angkasa tersebut di dalam sampai
pertolongan tiba. Di luar, serigala lapar sudah menunggu.
Toilet
Urine Collection Device (UCD)
Andrew Chaikin,
penulis khusus luar angkasa mendeskripsikan, perjalanan ke orbit demikian
mengerikan. Ia menuliskan bahwa toilet di ruang angkasa hanyalah berbentuk
pembungkus seperti topi dengan lapisan perekat di pinggirnya. Astronot perlu
mengoleskan atau memberikan lapisan anti kuman setelah ia buang hajat. Nasihat
para astronot bagi yang terpaksa memenuhi panggilan alam adalah: telanjang,
siapkan waktu sekitar satu jam, dan bawa tisu banyak-banyak. Lakukan secepat
mungkin sebelum urin membeku.
Dekompresi Mendadak
Tiga orang astronot Soyuz 11 tewas saat pesawat itu melepaskan tekanan udara saat akan masuk kembali ke atmosfir. Tahun 1965, seorang teknisi dari Johnson Space Center, Houston, AS berhasil hidup dan menceritakan pengalaman serupa.
Tiga orang astronot Soyuz 11 tewas saat pesawat itu melepaskan tekanan udara saat akan masuk kembali ke atmosfir. Tahun 1965, seorang teknisi dari Johnson Space Center, Houston, AS berhasil hidup dan menceritakan pengalaman serupa.
Astronout in
space
Beginilah Caranya Gagarin
Menerabas Antariksa
Manusia pertama
yang mengorbit Bumi, Kosmonot Kapten Yuri Alekseyevich Gagarin
Moskwa, Russia
– Semua tahu bahwa Yuri Alekseyevich Gagarin asal Rusia menjadi manusia
pertama yang berhasil menerabas luar angkasa. Yuri Gagarin lahir pada 9 Maret
1934 dan menghembuskan nafas terakhir kali pada 27 Maret 1968. Lahir di Rusia,
ia menjadi populer di masyarakat dunia setelah pesawat antariksa Vostok yang ia
kendarai mengorbit di Bumi pada 12 April 1961. Ia meraih medali dan lambang
kehormatan sebagai Pahlawan Rusia.
Kedua orangtua
Gagarin, Alexey Ivanovic Gagarin dan Anna Timofeyevna Gagarina bekerja di
perkebunan. Gagarin merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dan sempat
merasakan penderitaan saat pemerintahan Nazi pada Perang Dunia II. Gagarin
pernah menjadi wakil direktur di Cosmonaut Training Centre di Moscow. Gagarin
meninggal saat kecelakaan pesawat yang ia kendarai. Tapi apakah Anda tahu
bagaimana Gagarin bisa berhasil melakukan petualangan antariksanya. Situs Space.com membuat
infografis yang sangat informatif terhadap upaya awal manusia untuk bisa
menaklukan antariksa ini. Berikut ini keterangan dari infografis tadi:
Dengan apa?
Yuri Gagarin
berhasil menembus luar angkasa menumpang pesawat luar angkasa Vostok-1. Pesawat
luar angkasa ini sebelumnya telah melakukan tujuh misi ujicoba, antara lain
membawa binatang dan peralatan, bahkan, beberapa kali di antaranya mengalami
kegagalan.
Kapan?
Namun demikian,
Vostok-1 kemudian dinyatakan siap untuk membawa manusia pertama. Pada 12 April
1961, pesawat ini diawaki oleh pilot Angkatan Udara Uni Soviet berusia 27 tahun
bernama Yuri Gagarin
Apa roket yang meluncurkan Vostok-1?
Saat roket
meluncur dari bumi, Vostok-1 didorong oleh roket R-7, yang merupakan misil balistik
antar benua pertama di dunia. Roket ini pertama kali dikembangkan oleh Soviet ,
pada 1950-an untuk membawa hulu ledak nuklir dengan daya jelajah yang bisa
mencapai separuh negara di bumi.
Bagaimana kondisi Gagarin saat terbang ke luar angkasa?
Setelah
meluncur selama 11 menit dan 16 detik dari atas permukaan bumi, Vostok-1
melepaskan diri dari roket. Pesawat luar angkasa ini masuk dalam orbit bumi.
Yuri Gagarin sendiri terikat pada sabuk pengaman di kursi lontar di dalam kabin
bertekanan berukuran 2,3 meter. Kapsul tersebut dilengkap dengan beberapa
tangki cadangan oksigen dan nitrogen, antena-antena, serta perangkat optik
untuk melihat bumi.
Apa yang ia lakukan selama di dalam kabin?
Tak seperti
kapsul luar angkasa mililk AS, seperti Mercury, pilot Vostok tidak dibebani
tugas untuk mengendalikan pesawat luar angkasa. Gagarin lebih mirip sekadar
menjadi penumpang. Namun dalam kondisi darurat, ia juga bisa mengendalikan
pesawat ini secara manual.
Bagaimana cara Gagarin kembali ke bumi?
Setelah sekali memutari
bumi pada jalur orbitnya, Gagarin kembali ke atmosfer bumi. Saat ia mendarat,
Gagarin tidak berada di dalam kapsul luar angkasanya.Pada ketinggian 7000 meter
di atas permukaan laut, ia melontar keluar (eject) dari kapsul dan mendarat
terpisah dengan kapsul, masing-masing menggunakan parasut. Hal ini dilakukan
demi alasan keamanan. Namun, hal ini dirahasiakan oleh Uni Soviet hingga
bertahun-tahun, bahkan sampa beberapa dekade.
Dua Anjing Penjelajah
Pertama Luar Angkasa
Bukan manusia yang tenar sebagai penjelajah luar angkasa pertama. Melainkan dua anjing Soviet, Belka dan Strelka -- 50 tahun yang lalu mereka jadi mahluk hidup pertama yang mengelilingi orbit Bumi dan kembali dengan selamat. Pada 19 Agustus 1960, Belka dan Strelka menjalani misi yang menjadi kunci persiapan penerbangan kosmonot Yuri Gagarin -- yang jadi manusia pertama di luar angkasa sekitar setahun kemudian.
Keberhasilan Belka dan Strelka
merupakan tonggak kedigdayaan Soviet dalam eksplorasi luar angkasa. Dua anjing
itu mendadak jadi selebritis dunia. Pada tahun 1960, para ilmuwan luar angkasa
Soviet mendesain pesawat ulang alik yang mampu membawa manusia ke orbit, namun
mereka harus menguji coba pesawat itu pada binatang. Dan banyak anjing mati
selama masa uji coba. Para ahli saat itu memilih anjing liar, dengan
pertimbangan mereka lebih tahan dalam kondisi keras, dan mereka berukuran kecil
sehingga bisa masuk ke kapsul yang kecil.
Anjing pertama yang mengorbit Bumi
adalah Laika. Menaiki kapsul non-ulang alik, Laika tewas karena overheating
saat peluncurannya pada 1957. Dua anjing lainnya juga jadi martir pada Juli
1960 saat roket yang mereka tumpangi meledak beberapa detik setelah
diluncurkan. Boris Chertok, insinyur top dalam program luar angkasa Soviet saat
itu mengaku lega saat mendengar Belka dan Strelka menggonggong saat berada di
orbit. Para insinyur menghela nafas lega, menyadari mereka dalam kondisi baik.
"Mereka melolong, menggonggong ini berarti mereka akan kembali."
Belka (Squirrel) dan Strelka (Little
Arrow) terbang bersama sekelompok hewan lainnya, curut, tikus, lalat, dan
beberapa tanaman dan jamur. Pesawat mereka mendarat dengan selamat sehari
setelah membuat 17 orbit dalam waktu lebih dari 25 jam.
"Anjing-anjing ini seperti profesional," kata Vladimir Tsevetov, kata salah satu insinyur -- seperti dimmuat laman Rossiya.
"Anjing-anjing ini seperti profesional," kata Vladimir Tsevetov, kata salah satu insinyur -- seperti dimmuat laman Rossiya.
Laporan resmi Soviet mengklaim
anjing-anjing ini dalam kondisi baik. Namun, tak semua peserta penerbangan ini
bebas masalah. Belka, misalnya, ia sangat gugup selama penerbangan. "Dia
sangat gelisah, meronta, dan mencoba menyingkirkan sabuk yang melilitnya, lalu
menggonggong," kata Yazdovsky dalam catatan kesehatan antariksa Soviet.
Namun, pemeriksaan medis pasca penerbangan menunjukkan, kedua anjing dalam kondisi baik tanpa efek buruk dari penerbangan.
Namun, pemeriksaan medis pasca penerbangan menunjukkan, kedua anjing dalam kondisi baik tanpa efek buruk dari penerbangan.
Strelka bahkan punya enam anak, salah satunya yang diberi nama Pushinka (Fluffy), dikirim oleh pemimpin Soviet, Nikita Khrushchev untuk putri Presiden John F. Kennedy, Caroline. Kisah heroik Belka dan Strelka akan diangkat ke layar lebar tahun ini dalam tampilan 3D. Judulnya, "Belka and Strelka: Star Dogs."
Luar angkasa
Setelah tiba di luar angkasa, pesawat
Moonraker 6 yang ditumpangi Bond dan Goodhead mendarat disebuah stasiun luar
angkasa misterius milik Drax, yang ternyata tidak terlihat oleh radar. Menyamar
sebagai teknisi Moonraker 6, Bond dan Goodhead kemudian mulai berkeliling
mencari tahu isi stasiun luar angkasa tersebut. Bond mendapati bahwa ia melihat
bola-bola bom seperti yang ia lihat di Venezia. Bond juga mendengar pidato Drax
tentang rencananya untuk membuat sebuah ras manusia baru menggantikan umat
manusia yang sekarang ada yang akan dihancurkan dengan memakai bom.
Bond dan Goodhead kemudian masuk ke ruangan
pengacau radar. Dan setelah stasiun tersebut terlihat dari Bumi, pihak AS dan
Uni Soviet mulai berdiskusi, bahwa di antara mereka berdua tidak ada yang
saling terkait dengan stasiun luar angkasa misterius tersebut. Dari Kennedy
Space Centre di Florida, NASA kemudian meluncurkan sebuah pesawat ulang alik
untuk menyelidiki stasiun tersebut.
Di luar angkasa, Bond dan Goodhead berhasil
ditangkap oleh Jaws, dan kemudian diserahkan kepada Drax. Drax lantas berujar
bahwa apapun rencana mereka tidak akan bisa menggagalkan rencana Drax yang akan
membunuh semua warga Bumi dengan 50 bom bola. Mendengar ucapan Drax, Jaws mulai
berpikir bahwa ia mungkin tidak akan berguna lagi dengan adanya para manusia
super buatan Drax. Jaws lantas membantu Bond untuk mengacaukan semua isi
stasiun luar angkasa tersebut. Tak lama berselang pesawat ulang alik NASA tiba
di tempat tersebut. Drax kemudian berencana akan menembak pesawat tersebut,
tetapi Bond berhasil menggagalkannya dengan cara membuat gravitasi menjadi 0.
Setelah itu terjadilah pertarungan hebat ala
film Star Wars di luar
angkasa. Drax yang mencoba untuk kabur dikejar Bond, dan kemudian Bond berhasil
melemparkan Drax ke luar angkasa. Setelah semuanya usai, Bond dan Goodhead
kembali ke Bumi untuk mengejar tiga bom bola yang sudah diluncurkan. Mereka
kemudian memakai pesawat Moonraker 5 yang dilengkapi senjata laser. Tetapi
ketika Moonraker 5 bersiap lepas landas, pesawat tersebut terjepit di lorong
peluncuran. Bond lantas meminta Jaws untuk membantunya, dan Jaws setuju.
Segera setelah tinggal landas dari stasiun
luar angkasa yang hancur lebur, Bond dan Goodhead berhasil menemukan tiga bom
bola yang sudah meluncur dan kemudian mereka juga berhasil menghancurkan tiga
bom bola tersebut. Film ini berakhir dengan siaran langsung dari Kennedy Space
Centre, Kremlin, dan Istana Buckingham Inggris, tapi Bond malah bertindak
sebaliknya dengan mengajak Holly Goodhead bermain dipesawat yang terlihat
sangat memalukan di Bumi, sampai-sampai kru NASA pun terheran-heran dengan ulah
Bond.
Robot
Bionik untuk penelitian ruang angkasa
Selama ini kita lebih banyak mengenal robot
dengan sosok yang dimiripkan dengan manusia. Namun ternyata robot-robot yang
meniru sosok binatang lebih efektif untuk tujuan penelitian. Setelah meneliti
bentuk tubuh ular atau laba-laba, para ahli robotika menyadari bentuk tubuh
semacam itulah yang cocok untuk segala medan. Bahkan untuk penelitian di planet
Mars, para ahli robotika dari Jerman membuat kendaraan beroda enam Sojourner
yang amat stabil. Strukturnya terilhami serangga atau laba-laba yang berkaki
banyak, dan stabil merambah segala medan. Memang idealnya untuk medan yang
berbeda, diperlukan rancang bangun yang berbeda pula. Demikian diungkapkan
Frank Kirchner dari perhimpunan ahli matematika dan pengolah data dari Sankt Augustin-Jerman.
Sejak akhir bulan April lalu Kirchner
melakukan ujicoba robot berkaki delapan yang diberi nama Skorpion. Robot
sepanjang 30 sentimeter ini memang hanya separuh ukuran Sojourner. Tapi
disebutkan lebih tangguh menjelajahi permukaan Mars yang kasar dan berbatu. Di
lembaga penelitian milik lembaga luar angkasa AS-NASA di California, robot
berkaki delapan yang dibuat dari serat karbon, terbukti mampu mengarungi medan
berbatu atau padang pasir, yang tidak mungkin dilalui wahana beroda. Untuk menambah
ketangguhannya, pada robot Skorpion dipasangi chips kecerdasan buatan. Jika
kontak gelombang radio dengan Bumi terputus, robot tsb akan terus melaksanakan
kegiatannya.
Data-data yang dikumpulkan akan dikirimkan
jika kontak dengan Bumi tersambung kembali. Di masa depan, robot-robot semacam
itu akan memainkan peranan penting dalam penelitian ilmiah baik di Bumi maupun
dalam missi luar angkasa. Untuk ekspedisi penelitian planet Mars dari tahun
2003 sampai 2007 direncanakan mengirimkan armada robot Skorpion semacam itu.
Robotnya akan dikendalikan oleh semacam induk Skorpion merupakan perangkat
komputer pusat, yang menampung seluruh data yang dikumpulkan anak-anaknya.
Dalam ujicoba berat di gurun Mojave di California, robot Skorpion yang
dilengkapi panel surya harus mampu melakukan operasi sejauh 40 kilometer dari
robot induk. Selain itu untuk pertama kali operasinya samasekali tidak akan
melibatkan manusia.
Selama beberapa pekan, robot-robot kecil
berkaki delapan itu hanya akan dikendalikan oleh robot induk. Para pakar hanya
akan memantau ujicobanya, akan tetapi tidak aktif mengendalikannya. Jika
robot-robot skorpion itu terbukti lulus ujicoba, berarti tidak ada lagi
halangan untuk mengoperasikannya dalam misi berat di planet Mars. Selain robot
yang bisa merayap atau melata, robot yang bergerak dengan cara melompat seperti
kodok atau kanguru juga menjadi fokus penelitian. Dalam missi penelitian di
berbagai planet dalam Tata Surya yang gravitasinya lebih lemah dari gravitasi
Bumi, gerak melompat amat menghemat energi. Seperti diketahui, salah satu kunci
keberhasilan misi luar angkasa adalah, memanfaatkan energi sehemat mungkin
untuk memperoleh data sebanyak mungkin.
Hambatan terbesar dalam penelitian menggunakan robot bionik semacam itu, adalah pada saat pendaratannya di planet yang akan diteliti. Robot bionik harus mampu bertahan dari impak pendaratan, sekaligus dari temperatur dan gaya gravitasi ekstrim. Memang dengan mengirimkan armada robot peneliti berukuran kecil, kerusakan beberapa buah robot tidak menjadi hambatan besar. Namun para ahli memimpikan robot-robot pintar, yang mampu mereparasi robot yang rusak atau mengatasi kerusakan pada dirinya sendiri. Untuk mewujudkan impiannya, para ahli robotika NASA membuat proyek yang memanfaatkan teknologi Nano yang diberi nama ANTS. Bekerjasama dengan laboratorium pengembangan kecerdasan buatan di Institut Teknologi Massaschussets, dirancang robot-robot Nano, yang mampu bertindak sebagai pabrik dan bengkel sekaligus.
Hambatan terbesar dalam penelitian menggunakan robot bionik semacam itu, adalah pada saat pendaratannya di planet yang akan diteliti. Robot bionik harus mampu bertahan dari impak pendaratan, sekaligus dari temperatur dan gaya gravitasi ekstrim. Memang dengan mengirimkan armada robot peneliti berukuran kecil, kerusakan beberapa buah robot tidak menjadi hambatan besar. Namun para ahli memimpikan robot-robot pintar, yang mampu mereparasi robot yang rusak atau mengatasi kerusakan pada dirinya sendiri. Untuk mewujudkan impiannya, para ahli robotika NASA membuat proyek yang memanfaatkan teknologi Nano yang diberi nama ANTS. Bekerjasama dengan laboratorium pengembangan kecerdasan buatan di Institut Teknologi Massaschussets, dirancang robot-robot Nano, yang mampu bertindak sebagai pabrik dan bengkel sekaligus.
Selain itu juga mampu mencari material yang
dapat digunakan untuk memperbaiki kerusakan. Proyeknya diduga baru menunjukan
hasil tahun 2020. Dengan mengerahkan armada robot pintar yang memiliki perilaku
sosial, para ahli di NASA mengharapkan penelitian di planit Jupiter, Uranus dan
Neptunus dalam lebih diintensifkan. Dengan meniru perilaku sosial pada semut,
robot-robot bionik tsb akan melacak sumber energi dan sumber material, agar
dapat mempertahankan kehidupannya. Tahap selanjutnya, robot-robot pintar itu
dapat diprogram untuk membangun permukiman bagi manusia, yang akan datang ke
planet tersebut. Inilah impian utopis, yang hendak diwujudkan dengan bantuan
robot bionik pintar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar